PT KONTAK PERKASA FUTURES – Harga emas kembali menguat setelah turun di awal pekan ini. Kemarin, harga emas kontrak pengiriman April 2018 di Commodity Exchange melesat 0,23% ke level US$ 1.343,10 per ons troi. Namun dalam sepekan, harganya masih turun 1,34%.

Analis berpendapat harga emas masih berpotensi kembali menguat. Cuma, pergerakan harga logam mulia ini akan bergantung hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC). Sebab, komoditas ini sensitif terhadap suku bunga.

Skenarionya, jika tidak ada sinyal tegas terkait kenaikan Fed funds rate tahun ini, harga emas berpotensi naik. Sebaliknya, jika indikasi suku bunga AS naik makin kuat, harga emas akan tertekan.

Membaiknya pertumbuhan ekonomi AS bisa menjadi sinyal kenaikan suku bunga AS kian dekat. “Data tenaga kerja AS akan mengonfirmasi penguatan ekonomi AS dan mendorong kenaikan suku bunga dan nilai tukar dollar. Jadi dalam jangka pendek, harga emas akan tertekan,” kata Jonathan Butler, analis Mitsubishi kepada Reuters.

Hal serupa diungkapkan analis Monex Investindo Futures Azhar Fauzi Noor. “Sekarang emas masih wait and see hasil pertemuan FOMC,” kata dia. Tambah lagi, jika data-data ekonomi AS membaik, sentimen bagi emas akan menguat.

Tapi Alwi Asegaff, analis Global Kapital Investama Berjangka, meyakini, kenaikan suku bunga AS kemungkinan baru terjadi pada Maret. Kini pelaku pasar masih menanti bagaimana kepemimpinan Jerome Powell yang bakal menggantikan Janet Yellen. Sosok Powell dikenal lebih berhati-hati dan cenderung membuat keputusan dovish.

Kecenderungan emas untuk bullish terlihat dari sisi teknikal. Alwi mengatakan, harga emas bergerak di atas garis moving average (MA) 10 dan MA 55, yang mengindikasikan penguatan. Indikator relative strength index (RSI) berada di area positif level 61 dan indikator stochastic terlihat berpotongan di level 54 dan 60. Sedangkan MACD malah bergerak turun, meski masih berada di area positif.

Karena itu, Alwi memprediksi harga tersebut hari ini bergerak antara US$ 1.332-US$ 1.351 per ons troi. Sedangkan Azhar memprediksi sepekan ke depan si kuning bakal bergerak antara US$ 1.360-US$ 1.365 per ons troi.

Emas Antam

Rebound yang dialami emas spot juga terjadi pada emas produksi PT Aneka Tambang Tbk. Rabu (31/1), harga emas batangan ini melesat 4,27% menjadi Rp 635.000 per gram.

Dalam sepekan terakhir, harganya menguat 0,70%. “Pergerakan emas Antam mengikuti emas global. Jadi harganya sempat turun dan naik lagi,” kata analis Asia Tradepoint Futures Deddy Yusuf Siregar.

Katalis positif bagi emas Antam juga semakin kuat jelang Imlek. Biasanya, mendekati Tahun Baru Imlek permintaan emas cukup tinggi.

Selain itu, harga emas Antam juga kerap dipengaruhi oleh rupiah. Pelemahan rupiah bisa memicu penguatan emas batangan. Tapi, saat ini, pelemahan rupiah tidak mempengaruhi emas Antam.

Walau kini masih dalam tren bullish, namun di kuartal dua nanti harga emas Antam berpotensi terkoreksi. Pasalnya, menjelang Idul Fitri, investor domestik justru melakukan aksi jual. Untuk hari ini, Deddy memperkirakan harga emas Antam masih mampu bergerak pada kisaran harga Rp 600.000-Rp 640.000 per gram.

Source : kontan.co.id