PT KONTAK PERKASA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bakal tertekan cukup dalam pada awal pekan ini. Hal ini menyusul adanya pelemahan yang terjadi pada indeks Dow Jones akhir pekan lalu.

Analis Paramitra Alfa Sekuritas William Siregar menyebut, IHSG berpotensi terkoreksi lebih dalam. Jika dilihat, anjloknya Dow Jones lantaran adanya peralihan portofolio para investor. Penurunan indeks tersebut terjadi setelah muncul sentimen kenaikan yield obligasi AS bertenor 10 tahun.

Pada saat yang bersamaan, suku bunga Federal Reserve (Fed rate) untuk saat ini masih dipertahankan. Tapi, ada kemungkinan naik lebih cepat. Sebab, data bursa tenaga kerja AS menunjukan ada kenaikan rata-rata gaji. Hal ini bakal mendorong inflasi, sehingga The Fed bakal menaikkan suku bunga acuannya lebih cepat.

Suku bunga yang lebih tinggi akan menarik minat investor melepas portofolio sahamnya untuk masuk ke instrumen surat utang. “Dana asing yang ada di pasar domestik akan keluar sehingga indeks akan terkoreksi,” imbuh William.

Bahkan, menurutnya, indeks bisa terkoreksi hingga 1% awal pekan ini. Dia memprediksi, indeks akan bergerak pada rentang support 6.562 dan resistance 6.634.

Sentimen dalam negeri, terutama musim laporan keuangan bisa mengkompensasi sentimen negatif tersebut. Namun, efeknya baru akan terasa beberapa minggu ke depan.

Pasalnya, tenggat terakhir penyampaian laporan keuangan baru akan berlangsung pada Maret. “Sehingga euforia laporan keuangan baru akan terjadi pada pekan ketiga atau keempat bulan ini,” pungkas William.

Source : kontan.co.id