PT KONTAK PERKASA FUTURES – Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street turun pada perdagangan terakhir pekan ini. Tiga indeks utama AS mencatat penurunan mingguan di tengah negosiasi perdagangan AS-China, kenaikan imbal hasil surat utang US Treasury dan kenaikan harga minyak.

Dow Jones Industrial Average kemarin ditutup flat pada 24.715,09. Indeks S&P 500 turun 0,26% ke 2.712,97. Nasdaq Composite turun 0,38% ke 7.354,34.

“Pasar menunggu arah pembicaraan perdagangan AS yang masih berlangsung dan investor pun cemas melihat kenaikan harga minyak,” kata Oliver Pursche, vice chairman and chief market strategist Bruderman Asset Management kepada Reuters.

China membantah telah menawarkan paket untuk mengurangi defisit perdagangan AS hingga US$ 200 miliar. Tapi, pihak China mengatakan bahwa pembicaraan kedua pihak cukup baik. Sebelumnya, pejabat AS mengatakan bahwa China menawarkan paket ini pada Kamis malam waktu Washington DC.

Harga saham Boeing Co menanjak setelah adanya laporan ini. Pasalnya, Boeing merupakan salah satu perusahaan yang mencatat ekspor besar ke China. Perusahaan pesawat ini mencatat seperempat penjualan pesawat komersial ke China. Kenaikan harga saham Boeing hingga 2,1% inilah yang menyelamatkan Dow Jones dari penurunan seperti dua indeks lainnya.

Saham-saham perbankan AS seperti JPMorgan Chase, Citigroup, Bank of America, dan Wells Fargo turun di tengah prospek kenaikan suku bunga. Para investor mengungkapkan pesimisme bahwa sektor perbankan masih bisa tumbuh kecuali pertumbuhan kredit melaju lebih kencang atau aturan perbankan dilonggarkan lebih luas lagi.

Harga saham-saham di Wall Street melonjak pada hari Kamis (10/5). Data inflasi yang hangat meredakan kekhawatiran akan kemungkinan kenaikan suku bunga AS yang lebih agresif tahun ini.

Indeks Harga Konsumen (IHK) Departemen Tenaga Kerja AS meningkat 0,2% pada bulan April. Angka ini lebih kecil dari ekspektasi para ekonom. Kenaikan inflasi didorong oleh meningkatnya biaya bahan bakar dan akomodasi sewa yang ditopang secara moderat oleh harga perawatan kesehatan.

IHK inti, tidak termasuk komponen makanan dan energi, naik 0,1% pada bulan April, lebih lambat dari angka dua bulan sebelumnya. Namun demikian catatan ini tidak banyak mengubah perkiraan para trader tentang kenaikan suku bunga pada Juni mendatang.

Selama ini pelaku pasar khawatir angka inflasi yang lebih tinggi bisa meningkatkan kekhawatiran kenaikan suku bunga yang lebih agresif oleh Federal Reserve AS.

“Indeks hara konsumen datang pada tingkat di tidak begitu mengkhawatirkan sejauh apa yang The Fed pikirkan,” kata Mark Kepner, seorang pedagang ekuitas di Themis Trading di Chatham, New Jersey. “Ada kenyamanan bahwa Fed tidak harus bergerak terlalu agresif.

Setelah investor menyisihkan kekhawatiran tentang perang dagang AS versus China, indeks S&P 500 telah meningkat 3,55% dalam seminggu terakhir. Wall Street. Indeks S&P 500 kembali berada di atas rata-rata bergerak 100 hari untuk pertama kalinya sejak 19 April, dan beberapa trader mulai berharap pasar mungkin bergerak lebih tinggi.

Dow Jones Industrial Average menguat 0,8% lalu berakhir pada level 24.739,53. Sementara itu S&P 500 naik 0,94% ke 2,723.07, level tertinggi sejak pertengahan Maret lalu.

Source : kontan.co.id