PT KONTAK PERKASA FUTURES – Indeks saham utama Wall Street turun pada perdagangan Kamis (23/8) setelah penerapan tarif impor kedua negara dengan nilai masing-masing US$ 16 miliar yang berlaku mulai kemarin.

Dow Jones Industrial Average turun 0,30% ke 25.656,98. S&P 500 turun 0,17% ke 2.856,98. Sedangkan Nasdaq Composite turun 0,13% ke 7.878,46.

Pergarakan harga saham AS cukup bervariasi pada hari Rabu (22/8). Indeks Nasdaq memperoleh kekuatan dari saham teknologi, sementara S&P 500 sedikit berubah menandai kenaikan pasar bull terlama.

Kasus hukum yang menjerat dua mantan penasihat Presiden AS Donald Trump berkontribusi terhadap kehati-hatian investor. Rilis risalah Komite Pasar Terbuka Federal dari pertemuan kebijakan terakhirnya hanya berdampak sekilas pada indeks utama Wall Street.

Risalah itu menunjukkan bahwa bank-bank sentral AS membahas menaikkan suku bunga segera untuk melawan kekuatan ekonomi yang berlebihan, tetapi juga memeriksa bagaimana perselisihan perdagangan global dapat menghantam bisnis dan rumah tangga.

Saham energi naik 1,2% karena harga minyak melonjak, sementara saham industri ritel menguat setelah Target Corp dan Lowe’s Companies Inc mengumumkan hasil kuartalan. Dorongan terbesar ke S&P 500 berasal dari saham teknologi yang naik 0,5%.

Mantan manajer kampanye Trump Paul Manafort dinyatakan bersalah atas tuduhan penipuan pajak dan bank pada Selasa malam, sementara mantan pengacara pribadi Trump, Michael Cohen, mengaku bersalah atas berbagai tuduhan dan mengatakan dia bertindak atas arahan Trump.

Investor sedang mempertimbangkan hal itu akan merugikan prospek pemilihan Partai Republik dan memperluas penyelidikan kriminal yang telah melampaui kepresidenan Trump.

“Ada cukup banyak berita yang negatif bagi Trump kemarin yang memperkenalkan ketidakpastian ke pasar,” kata Robert Phipps, direktur Per Stirling Capital Management di Austin, Texas.

Dow Jones Industrial Average turun 88,69 poin (0,34%) menjadi 25.733,6. S&P 500 kehilangan 1,14 poin (0,04%) menjadi 2,861.82. Adapun Nasdaq Composite menambahkan 29,92 poin (0,38%) menjadi 7.889,10.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 5,26 miliar saham, lebih kecil ketimbang 6,42 miliar rata-rata selama 20 hari perdagangan terakhir.

Harga saham Catrepillar Inc turun 2% dan Boeing Co turun 0,7% tertekan sentimen perang dagang. Wall Street. Indeks Nasdaq yang biasanya bergerak naik di tengah penurunan dua indeks utama lain pun ikut tergerus.

Brendan Erne, director of portfolio implementation Personal Capital mengatakan, sulit untuk memprediksi kapan perang dagang AS-China ini akan berlangsung. “Bisa terjadi di rentang waktu yang lama dan terjal, tapi setidaknya kedua pihak mulai berbicara,” kata dia seperti dikutip Reuters.

Selain berlakunya tarif impor dari kedua negara, pasar saham pun tertekan posisi politik Trump setelah dua mantan penasihatnya dijatuhi dakwaan bersalah untuk beberapa tuntutan. Di sisi lain, pasar menanti kabar terbaru pertemuan bank sentral AS di Jackson Hole pada hari ini.

Pasar berharap bisa mengintip rencana Gubernur Federal Reserve Jerome Powell selanjutnya, setelah rilis notulen rapat FOMC menyebut bank sentral akan melanjutkan kenaikan suku bunga segera.

Source : kontan.co.id