PT KONTAK PERKASA FUTURES – Pasar saham Amerika Serikat (AS) tergelincir pada perdagangan Jumat (13/4) waktu setempat. Saham perbankan dan keuangan mendominasi pelemahan indeks di Wall Street.

Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average berakhir turun 122,91 poin atau 0,50% ke level 24.360,14. Sementara, indeks S&P 500 tergelincir 7,69 poin atau 0,29% menjadi 2.656,30, dan Nasdaq ditutup turun 33,60 poin atau 0,47% ke posisi 7.106,65.

Penurunan saham bank semakin membebani pasar yang tengah dilanda ketegangan politik dan perdagangan. Sektor keuangan turun lebih dari 1,5%.  Wells Fargo & Co memperingatkan bahwa hasil kuartal pertama yang lebih baik dari perkiraan, dapat berubah karena masih dibayangi hasil penyelesaian dengan regulator, penurunan pinjaman dan hasil hipotek perbankan.

JPMorgan Chase & Co serta Citigroup Inc membukukan laba kuartalan yang melampaui ekspektasi analis, tetapi saham kedua perusahaan jatuh setelah Chief Executive Officer (CEO) JPMorgan Jamie Dimon mengatakan, industri sangat kompetitif dan penyaluran kredit flat pada kuartal ini.

“Anda mendapatkan ekspektasi yang sangat tinggi pada musim laporan keuangan, yang membuat sedikit gugup. Setelah perbankan melaporkan hasil kuartalan, namun itu tidak menjadi katalis positif yang baru, pelaku pasar melakukan aksi jual di pasar,” kata Tom Essaye, mantan trader Merrill Lynch yang mendirikan buletin pasar The Sevens Report, seperti dilansir Reuters, Jumat.

Pasar juga terfokus pada gejolak politik di sekitar Presiden Donald Trump, potensi aktivitas militer di Suriah dan ketegangan perdagangan antara AS dan China. Wall Street. Pada Kamis, Presiden Trump menyatakan optimisme pada kesepakatan perdagangan dengan China, dan mengisyaratkan bahwa AS dapat bergabung kembali dengan kesepakatan perdagangan bebas Trans-Pacific Partnership (TPP), yang ia cabut segera setelah mengambil alih pemerintahan.

“Sejauh ini semuanya adalah drama. Kita mungkin mulai melihat isu itu muncul lagi di pasar ketika perusahaan mulai berbicara tentang pengaruh tarif pajak pada pendapatan mereka. Saya pikir itu cukup mungkin untuk disebutkan. Banyak perusahaan mencari alasan untuk menurunkan ekspektasi, dan ini pasti sangat nyata, meskipun saat ini hal itu teoritis,” kata Brad McMillan, Kepala investasi Commonwealth Financial Network.

Indeks-indeks saham AS future naik pada perdagangan hari Minggu ketika perdagangan pasar keuangan dibuka kembali sejak Amerika Serikat, Inggris dan Prancis memukul Suriah dengan serangan rudal sebagai pembalasan atas dugaan serangan gas beracun.

Kenaikan itu seolah menyarankan Wall Street untuk mengabaikan serangan dan peringatan Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Minggu bahwa serangan Barat lebih lanjut terhadap Suriah akan membawa kekacauan pada urusan dunia.

Dalam beberapa menit pertama perdagangan pada Minggu malam, S & P 500 berjangka e-mini naik sekitar 0,6%. Kontrak berjangka Indeks Nasdaq Composite dan Dow Jones Industrial Average naik dengan jumlah yang sebanding.

Indeks saham AS jatuh pada hari Jumat (13/4) karena laporan keuangan bank-bank besar gagal menggairahkan bursa dan kekhawatiran atas situasi Suriah. Akan tetapi ecara mingguan tolok ukur utama bursa saham AS masih menguat.

Source : kontan.co.id