PT KONTAK PERKASA FUTURESWall street. Saham AS naik pada hari Senin, mendorong Dow dan S&P 500 memperoleh kenaikan terbesar mereka dalam lebih dari sebulan. Saham bank melonjak menjelang laporan laba akhir pekan ini.

Saham-saham sektor industri, energi, dan konsumen juga meningkat tajam. Sementara S&P utilities dan telekomunikasi memimpin persentase penurunan.

Indeks S&P bank naik 2,7%, mencatatkan persentase kenaikan harian terbesar sejak 26 Maret. Indeks keuangan S&P 500 naik 2,3% memimpin kenaikan di antara sektor-sektor lain.

JPMorgan Chase & Co, Wells Fargo & Co, dan Citigroup Inc dijadwalkan melaporkan hasil kinerja kuartal dua pada hari Jumat, mengawali musim laporan laba kuartal kedua.

Investor mungkin mengalihkan fokus mereka sekarang jauh dari ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China.

Membantu meningkatkan Dow, saham Caterpillar Inc naik 4,1%. Wall street. Sektor industri S & P melonjak 1,8%. Caterpillar dan saham industri lain termasuk yang paling terpukul oleh kekhawatiran perdagangan baru-baru ini.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 320,11 poin (1,31%) menjadi 24.776,59. S&P 500 naik 24,35 poin (0,88%) menjadi 2.784,17. Adapun Nasdaq Composite bertambah 67,81 poin (0,88%) menjadi 7.756,20.

Laporan penelitian Bank of America Merrill Lynch menunjukkan laba per saham perusahaan S&P 500 untuk 2018 direvisi lebih tinggi di tengah hasil kuartal pertama yang lebih baik dari perkiraan, harga minyak yang lebih tinggi, dan pertumbuhan ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan.

Perkiraan analis AS untuk S&P 500 pertumbuhan laba kuartal kedua telah meningkat sedikit sejak April, menempatkan perkiraan terbaru di sekitar 21%, menurut data Thomson Reuters.

Sengketa perdagangan yang meningkat antara Amerika Serikat dan negara-negara maju lain memukul saham AS pada hari Senin (25/6). Indeks S&P 500 dan Nasdaq mengalami kerugian paling curam dalam kurun lebih dua bulan terakhir.

Dow Jones Industrial Average mengakhiri sesi perdagangan di bawah rata-rata pergerakan 200 hari untuk pertama kalinya sejak Juni 2016.

Indeks S&P 500 jatuh sebanyak 2% di awal perdagangan menyusul laporan bahwa Departemen Keuangan AS sedang menyusun pembatasan yang akan menutup kemungkinan perusahaan dengan kepemilikan minimum 25% China dari kesempatan membeli perusahaan teknologi AS.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan dalam pesan di Twitter bahwa pembatasan tersebut akan berlaku, bukan hanya khusus untuk China, tetapi terhadap semua negara yang menurutnya mencoba mencuri teknologi AS.

Namun demikian penurunan indeks utama Wall Street di awal perdagangan itu menciut setelah penasehat perdagangan Gedung Putih Peter Navarro menunjukkan sikap yang lebih lunak terhadap pembatasan investasi dalam wawancara CNBC.

Investor mengatakan komentar Navarro agak meyakinkan tetapi masih meninggalkan ketidakpastian tentang hubungan perdagangan.

“Itu membantu, tetapi menunjukkan sinyal yang bertentangan dari pemerintah sehingga situasinya tetap tidak tenang,” kata Jim Awad, Direktur Pelaksana Senior di Hartland & Co di New York.

Saham-saham teknologi paling menderita. Nasdaq yang banyak dihuni saham-saham seperti ini, menyelam 2,1%.  Indeks teknologi S&P turun 2,3%. Indeks Semiconductor Philadelphia turun 3,1% karena saham produsen chip yang memperoleh sebagian besar pendapatan mereka dari China, terpukul.

Menambah kekhawatiran investor, Harley-Davidson Inc mengatakan akan memindahkan produksi sepeda motor yang dikirim ke Uni Eropa ke fasilitas internasionalnya. Diperkirakan bahwa tarif Uni Eropa akan merugikan perusahaan US$ 90 juta hingga US$ 100 juta per tahun. Saham Harley-Davidson jatuh 6,0%.

Pengumuman perusahaan sepeda motor yang terkenal itu menimbulkan kekhawatiran bahwa meningkatnya ancaman perdagangan dapat mengarah pada langkah serupa dari perusahaan lain dan meredam pertumbuhan ekonomi AS.

“Dengan bukti anekdot di sekitar Harley-Davidson, kekhawatirannya adalah bahwa apa yang menjadi eskalasi retorika dalam perdagangan mengarah pada konsekuensi dunia nyata,” kata Brian Nick, kepala strategi investasi di Nuveen di New York.

Dow Jones Industrial Average turun 328,09 poin (-1,33%) menjadi 24.252,8. Indeks S&P 500 anjlok 37,81 poin (-1,37%) menjadi 2,717.07. Adapun Nasdaq Composite turun 160,81 poin (-2,09%) menjadi 7.532,01.

Indeks Volatilitas CBOE, yang dikenal sebagai pengukur rasa takut Wall Street, melonjak ke tingkat tertinggi dalam hampir sebulan.

Source : kontan.co.id