PT KONTAK PERKASA – Optimisme jelang pemungutan suara di Senat terkait UU Pajak, menyokong pasar saham Amerika Serikat. Ketiga indeks di Wall Street bahkan mencetak rekor tertinggi pada perdagangan Senin (18/12).

Mengutip CNBC, Dow Jones Industrial Average ditutup melonjak 140,46 poin atau 0,57% menjadi 24.792,20. Sepanjang tahun ini, indeks acuan pun sudah naik lebih dari 5.000 poin, yang pertama kali terjadi sepanjang masa.

Indeks S&P 500 juga berakhir naik 0,54% ke level tertinggi di 2.690,16. Sektor material dan telekomunikasi memimpin penguatan saham.

Nasdaq juga bertengger di level tertinggi sepanjang masa, setelah naik 0,84% menjadi 6.994,76. Indeks saham teknologi ini bahkan sempat menyentuh level 7.000 untuk pertama kalinya.

Investor bersemangat menunggu keputusan mengenai UU yang akan memangkas pajak perusahaan dari 35% menjadi 21%. Kongres diperkirakan akan melakukan voting persetujuan UU pada Selasa ini. Wall Street. Jika disetujui akan menandai kemenangan legislatif yang besar bagi Partai Republik, yang mengusung reformasi perpajakan AS.

“Kenaikan ini sebagian besar didasarkan pada keyakinan bahwa UU pajak akan lolos besok,” kata Robert Pavlik, Kepala strategi investasi di SlateStone Wealth, seperti dilansir CNBC, Senin malam.

“Dengan keyakinan bahwa pajak perusahaan akan turun, investor berpikir pasar tidak terlalu mahal,” imbuhnya.

Pasar saham telah meningkat tajam tahun ini, karena investor menunggu perombakan perpajakan tersebut.

Wallstreet mendapatkan kado natal lebih awal. Bursa saham Amerika Serikat mencetak rekor terbaru setelah munculnya kepastian usulan undang-undang pajak dari Partai Republik.

Dow Jones Industrial Average naik 0,58% ke 24.651,74. Indeks S&P 500 melonjak 0,90% ke 2.675,81. Sedangkan Nasdaq menguat hingga 1,17% ke 6.936,58.

UU pajak akan memangkas pajak korporasi menjadi 21% dari sebelumnya 35%. Ekspektasi pajak korporasi yang lebih rendah ini terus mendorong pasar saham mencetak rekor baru di 2017.

Ed Yardeni, president and chief investment strategist Yardeni Research mengatakan, pemangkasan pajak yang efektif tahun depan, bersama dengan deregulasi akan mendorong laba. “Analis industri memperrkirakan kenaikan laba 10,9% tahun ini, 11,4% tahun depan, dan 10,1% pada 2019. Kenaikan ini belum memasukkan dampak pemangkasan pajak di tahun depan,” kata dia kepada CNBC.

Bob Corker, senator Partai Republik dari Tenessee yang sebelumnya menentang rencana ini, menyatakan bahwa dia akan mendukung. “Saya rasa, rancangan UU akan lolos. Jika tidak, pasar saham akan turun antara 5%-10%,” kata Ed Keon, managing director and portfolio manager QMA.

Sekadar informasi, indeks Dow Jones telah menguat 20,24% sepanjang tahun ini. Pada periode yang sama, S&P 500 melonjak 19,52%. Nasdaq bahkan melonjak hingga 28,86% sejak awal tahun.

Source : kontan.co.id