Wall Street

KONTAK PERKASA FUTURES – Wall Street, Bursa saham di Amerika Serikat (AS) berakhir melemah pada perdagangan Senin. Bersamaan dengan melemahnya harga minyak, serta investor menunggu terbitnya laporan kinerja emiten bagi semester I-2016.

Saham pada seluruh sektor hampir semuanya melemah, dipimpin oleh penurunan saham energi. Sebab harga minyak yang turun ke tingkat terendahnya selama 2,5 bulan terakhir, akibat kekhawatiran banyaknya suplai minyak dunia.

“Minggu sebelumnya, pasar saham naik sebab munculnya laporan keuangan sejumlah emiten. Saat ini pasar bernafas dulu,” kata David Schiegoliet, Analis, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (26/7/2016).

Pada perdagangan Senin (25/7/2016), indeks Dow Jones melemah 0,42% ke level 18.493,06. Indeks S&P 500 melemah 0,3% ke level 2.168,48. Lalu indeks Nasdaq Composite melemah 0,05% menjadi 5.097,63.

Terdapat 5,9 miliar lembar saham yang diperjualbelikan. Hal tersebut di bawah rata-rata transaksi harian yaitu sebanyak 7 miliar lembar dalam 20 hari terakhir.

Dari sumber lain, Wall Street pada perdagangan kemarin (Selasa pagi WIB) ditutup merosot menjauh dari rekor tertinggi. Hal ini dikarenakan harga minyak membebani saham energi dan investor masih menunggu laporan triwulanan.

Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (26/7/2016), Indeks Dow Jones industrial average merosot 0,42% menjadi 18.493,06 poin, Indeks S&P 500 turun 0,3% menjadi 2.168,48, dan Nasdaq Composite turun tipis 0,05% menjadi 5.097,63.

Saham jatuh hampir di seluruh perdagangan, dengan penurunan sektor energi di Indeks S&P 500 dan sektor konsumen diskresioner pemenang tunggal, dibantu oleh kenaikan Target (TGT.N) sebesar 1,84%.

Awal negatif untuk pekan ini, yang mencakup pendapatan dari 190 perusahaan S&P 500 serta pertemuan kebijakan Federal Reserve, mengerem kenaikan 9% sejak 27 Juni.

Harga minyak jatuh ke posisi terendah dalam dua setengah bulan di tengah kekhawatiran akan terjadi kelebihan produksi global dan akan menjadi hambatan pada pasar untuk beberapa waktu. Sektor energi di Indeks S&P turun 1,99% dan menjadi penurunan terdalam sejak akhir Juni.

“Laba telah memberikan perpanjangan reli selama sepekan terakhir tapi kami sedikit berbusa. Kami sedang mendekati ekstrem dalam hal penilaian. Apa yang kita lihat adalah pasar dapat sedikit bernapas,” kata David Schiegoleit, managing director dari investasi Reserve AS Bank.

Laba dari perusahaan di Indeks S&P 500 diperkirakan turun 3,7% pada kuartal kedua, dibanding penurunan 5% yang diperkirakan pada awal musim, menurut data Thomson Reuters.

Saham Apple (AAPL.O) turun 1,33% setelah BGC memotong stok untuk “menjual” menjelang laporan pendapatan perusahaan hari ini. Setelah penutupan, saham Gilead Sciences (GILD.O) turun 3% dan saham Sanmina (SANM.O) turun 12,6% menyusul laporan kuartalan mereka.

Saham Yahoo (YHOO.O) juga tercatat turun 2,69% setelah setuju untuk menjual bisnis inti internet untuk Verizon (VZ.N) sebesar USD4,8 miliar, di mana saham Verizon sendiri juga turun 0,41%.

Source : detik.com, sindonews.com