KONTAK PERKASA FUTURES – Bursa saham Wall Street di Amerika Serikat (AS) ditutup naik tipis pada perdagangan Rabu. Investor mengombinasi data industri manufaktur, penjualan otomotif, dan inflasi, untuk melihat kemungkinan kenaikan suku bunga acuan oleh Federal Reserve (The Fed).

Industri manufaktur dunia sedang stagnan bulan lalu. Namun indeks saham utama di bursa AS pulih dari penurunan, setelah adanya peningkatan industri manufaktur di AS.

Kenaikan harga saham juga disebabkan oleh naiknya harga minyak.

“Ada banyak data ekonomi yang keluar pekan ini, dan investor bingung mencari intisarinya,” kata Analis, Jonathan Corpina, dilansir dari Reuters, Kamis (2/6/2016).

Pada perdagangan Rabu, indeks Dow Jones naik tipis 2,47 poin (0,01%) ke 17.789,67. Indeks S&P 500 naik 2,37 poin (0,11%) ke 2.099,33. Sementara indeks Nasdaq Composite naik 4,2 poin (0,08%) ke 4.952,25.

Penjualan otomotif di AS melemah sepanjang Mei. General Motors (GM), Ford, dan pabrik otomotif lain melaporkan turunnnya penjualan. Saham GM turun 3,4% dan Ford turun 2,8%.

Ada sekitar 6,5 miliar lembar saham yang ditransaksikan, di bawah rata-rata transaksi harian sebanyak 7 miliar lembar saham dalam 20 hari terakhir.

Source : detik.com