PT KONTAK PERKASA FUTURES – Wall Street menguat pada perdagangan Rabu (23/5). Dow Jones Industrial Average menguat 0,21% ke 24.886,81. Indeks S&P 500 naik 0,32% ke 2.733,29.

Nasdaq Composite menguat 0,64% ke 7.425,96. Bursa saham menaik setelah bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve menyatakan akan membiarkan inflasi melewati 2% untk sementara waktu.

Catatan FOMC menyebut, “Periode sementara inflasi lebih dari 2% akan konsisten dengan target inflasi simetris Committee.”

Anggota-anggota FOMC sepakat bahwa inflasi terus meningkat. Tapi, masih ada ketidaksepakatan soal keyakinan The Fed setelah menghadapi inflasi rendah berkepanjangan.

“Pasar bersiap untuk tone lebih hawkish pada catatan rapat FOMC yang ternyata berisi inflasi yang simetris dan seimbang,” kata Michael Arone, chief investment strategist State Street Global Advisors kepada CNBC.

Pasar saham bereaksi positif atas catatan FOMC. Wall Street. Arone menyebut, sektor defensif yang biasanya bereaksi negatif terhadap kenaikan suku bunga, kemarin malah memimpin pasar.

Harga emas naik tipis setelah bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di bulan ini. Kamis (3/5) pukul 7.58 WIB, harga emas untuk pengiriman Juni 2018 naik tipis 0,21% ke US$ 1.308,30 per ons troi daripada posisi kemarin pada US$ 1.305,60 per ons troi.

Bank sentral mengatakan bahwa tingkat inflasi mendekati target 2% dalam jangka menengah. The Fed menambahkan, pertumbuhan jumlah pekerja dan pertumbuhan ekonomi tumbuh kuat dalam beberapa waktu belakangan.

“Sebagian pasar melihat keputusan bank sentral ini cenderung dovish karena ada ekspektasi kenaikan suku bunga hingga empat kali tahun ini,” kata Daniel Ghali, analis TD Securities kepada Reuters.

Bank sentral mengungkapkan keyakinan bahwa kenaikan inflasi yang mendekati target akan terus berlangsung. Pasar menganggap ini adalah sinyal kenaikan suku bunga pada bulan depan.

Source : kontan.co.id