PT KONTAK PERKASA FUTURES – Saham Wall Street kompak menghijau pada Rabu (16/1) ditopang oleh laporan keuangan Bank of America Corp dan Goldman Sachs yang menggembirakan. Bahkan, indeks utama Wall Street mencatat kenaikan tertinggi dalam satu bulan terakhir.

Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 141,57 poin atau 0,59% ke level 24.207,16, S&P 500 naik 5,80 poin atau 0,22% ke 2.616,10 dan Nasdaq Composite Index naik 10,86 poin atau 0,15% ke level 7.034,70.

Hasil laaporan keuangan Bank of America dan Goldman Sach yang memuaskan mampu meredakan kekhawatiran tentang prospek kinerja emiten. Bahkan, saham Bank of America naik 7,2%, sementara saham Goldman Sach naik 9,5%.

“Masih terlalu dini, tapi sejauh ini kelihatannya sudah lebih baik,” ujar Paul Nolte, manajer portofolio Kingsview Asset Management Chicago seperti dikutip dari Reuters.

“Pada kenyataannya, bank-bank sedikit lebih sensitif terhadap tingkat suku bunga dan kurva imbal hasil hasil serta kegiatan bisnis yang mencerminkan kondisi ekonomi.”

Investor juga mencermati laporan Wall Street Journal tentang jaksa Federal yang tengah menyelidiki Huawei Technologies, produsen peralatan komunikasi terbesar di dunia lantaran diduga mencuri rahasia dagang dari bisnis AmerikaSerikat dan segera merilis dakwaan.

Saham Wall Street menghijau didorong kenaikan saham Netfix Inc yang berencana menaikkan tarif bagi pelanggan Amerika Serikat. Selain itu, kenaikan bursa juga didorong harapan lebih banyaknya stimulus pasca perlambatan ekonomi China dan mendorong investor untuk memasang mode risk on.

Harga saham Netflix melonjak 6,5% pasca pengumuman kenaikan tarif yang dilakukan lewat video streaming oleh perusahaan. Saham-saham sektor internet dan teknologi lain seperti Alphabet Inc (GOOGL.O), Amazon.com Inc dan Apple juga ikut terkerek.

S&P 500 menguat 27,69 poin atau 1,07% ke level 2.610,30, Nasdaq menguat 117,92 poin atau 1,71%, Dow Jones Industrial Average naik 115,75 poin atau 0,65%.

“Secara keseluruhan ada kabar baik hari ini,”ujar J.J Kinahan, market strategist TD Ameritrade Chicago seperti dikutip Reuters.

Namun indeks utama Wall Street secara singkat memangkas kenaikan setelah parlemen Inggris mengalahkan Perdana Menteri Theresa May dalam voting kesepakatan pemisahan Brexit. Penolakan parlemen ini membuat proses Brexit tidak beraturan.

Source : kontan.co.id