KontakPerkasa Futures – S&P 500 ditutup pada rekor tinggi pada hari Kamis. Walaupun  data ekonomi yang mengecewakan didukung kenaikan suku bunga kemungkinan akan datang di akhir tahun.

Investor berhati-hati karena di sesi terakhir menunjukan rata-rata volume di bawah rata-rata. Hal ini menunjukan tidak semua bursa Wall Street percaya diri dalam mengambil keuntungan.

Mengutip laman reuters, Jumat (22/5/2015), sekira 5,6 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, di bawah rata-rata 6,3 miliar bulan ini, menurut BATS Global Markets.

Selain itu, data menunjukkan bahwa klaim pengangguran naik lebih dari yang diperkirakan pekan lalu, meskipun tren yang mendasarinya terus menunjuk ke pasar tenaga kerja pengetatan cepat.

Laporan lain menunjukkan penurunan mengejutkan dalam penjualan rumah pada bulan April dan sektor manufaktur yang melemah terus menerus di bulan Mei.

Investor sekarang menunggu pidato Ketua Fed Janet Yellen, Jumat untuk petunjuk baru tentang kapan bank sentral akan mulai menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak tahun 2006.

S&P 500 naik 4,97 poin atau 0,23 persen berakhir pada 2.130,82 poin, hampir mengalahkan rekor penutupan sebelumnya sebesar 2.129,2 Senin.

Dow Jones Industrial Average .DJI pada dasarnya datar, berakhir naik 0,34 poin di 18.285,74. Nasdaq Composite naik 19,05 poin .IXIC, atau 0,38 persen, ke 5.090,79, sedikit lagi mencatat rekor penutupan sebelumnya di 5,092.08 pada tanggal 24 April.

Tujuh dari 10 sektor terbesar S & P 500 mengalami penguatan, dengan indeks energi naik 0,84 persen.

Sumber