PT KONTAK PERKASA –¬†Pasar saham Amerika Serikat bergerak di teritori positif pada perdagangan Rabu (7/2). Indeks acuan di Wall Street mencoba reli, setelah ambles pada Senin lalu.

Mengutip CNBC, Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 202,09 poin atau setara 0,81% pukul 22.27 WIB. Di awal perdagangan, indeks sempat tergelincir ke zona negatif. Indeks S&P 500 juga naik 0,37%, terutama didukung laju sektor telekomunikasi.

Meski naik, namun pergerakan indeks saham di Wall Street dalam dua hari terakhir terbilang volatil. Pasar khawatir kenaikan inflasi akan mendorong bank sentral menaikkan suku bunga lebih agresif pada tahun ini. Alasan lain amblesnya pasar Senin lalu, yakni terjadinya pergerakan tajam pada dana volatilitas yang memanfaatkan leverage untuk menggerakkan pasar baru-baru ini.

Pada sesi hari ini, Wall Street mencoba bangkit, setelah sesi kemarin berhasil rebound.

“Saat pasar bullish, ini pada dasarnya merupakan proses mencapai puncak. Puncak bullish cenderung sebagai proses, bukan event,” kata Ruchir Sharma, kepala strategi global Morgan Stanley Investment Management, seperti dilansir CNBC, Rabu (7/2).

“Alasan mengapa hal ini mungkin akan terjadi tahun ini karena trifecta yang telah mendorong saham global selama 12 sampai 18 bulan terakhir, dan sekarang¬† berubah menjadi angin sakal,” imbuhnya.

Menurut Sharm, trifecta mengacu pada pertumbuhan global yang lebih baik dari perkiraan, inflasi yang lebih lemah dari perkiraan, dan kebijakan moneter longgar.

Indeks volatilitas Cboe, ukuran kekhawatiran pasar, sudah turun ke level 27,1 pada sesi Rabu. Indeks ini sempat melonjak ke level 37,32 pada Senin lalu.

Source : kontan.co.id