PT KONTAK PERKASA – Wall Street menghijau pada perdagangan Selasa (16/10). Kemarin, Dow Jones Industrial Average melonjak 2,17% ke 25.798.

Indeks S&P 500 naik juga 2,15% menjadi 2.809. Wall street. Nasdaq Composite menguat 2,89% ke level 7.645. Kenaikan seluruh indeks pasar saham Amerika Serikat (AS) ini terjadi setelah penurunan beberapa waktu lalu.

Pekan lalu, indeks S&P 500 mencatat penurunan mingguan terbesar sejak Maret. Wall street. Lonjakan yield US Treasury dan kekhawatiran panasnya tensi perang dagang menjadi penekan bursa.

Tapi, laporan kinerja keuangan beberapa emiten yang mulai muncul membawa indeks melonjak. Sektor teknologi yang sempat merosot beberapa waktu lalu akhirnya memimpin kenaikan 11 sektor bursa. Sektor ini menguat 2,6%, disusul sektor kesehatan yang menguat 2,5%.

“Kenaikan ini terjadi terutama karena oversold sebelumnya,” Willie Delwiche, investment strategist Baird kepada Reuters.

Goldman Sachs dan Morgan Stanley melaporkan kinerja keuangan kuartal ketiga yang lebih baik daripada prediksi. Harga saham Goldman naik 2,4% dan Morgan Stanley menguat 5,3%.

Harga saham Johnson & Johnson naik 1,5% dan UnitedHealt Group naik 4%. Kedua emiten sektor kesehatan ini pun melaporkan kinerja yang ciamik.

Di sisi lain, saham BlackRock turun 4,8% setelah pengelola dana global ini melaporkan pendapatan saham, obligasi, dan investasi jangka panjang yang berada di level terendah sejak kuaral kedua 2016.

Secara makro, data produksi industri AS naik dalam empat bulan berturut-turut hingga bulan September. Produksi industri ini ditopang oleh produksi sektor manufaktur dan tambang.

Sempat memasuki zona merah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 1,28% atau setara 73,56 poin ke level harga 5.800 pada perdagangan Selasa (16/10).

William Hartanto, analis Panin Sekuritas mengatakan bahwa IHSG akan melanjutkan penguatan ini hingga akhir tahun. “IHSG akan mengakhiri penurunannya pada bulan ini, syaratnya tidak turun di bawah 5.500. Jika berhasil, maka akan bisa menguat sampai akhir tahun,” kata William, Selasa (16/10).

Penguatan hari ini menurut William karena faktor dari dalam negeri. Faktor kurs rupiah yang mulai membaik dan surplus neraca perdagangan US$ 227 juta. “Sentimen yang sama juga akan mempengaruhi IHSG untuk perdagangan besok. Masih dari rupiah sentimennya,” kata William.

Saham-saham BUMN juga menjadi menu para investor asing pada perdagangan hari ini. Menurut data RTI, hari ini TLKM membukukan net foreign buy sebesar Rp 65,7 milyar, BBNI sebesar Rp 64,9 miliar, BMRI sebesar Rp 46,8 miliar dan PGAS sebesar Rp 40,4 miliar.” Saham-saham ini layak untuk dikoleksi. Ikuti saja kapan mereka buy, agar kenaikannya lebih cepat,” pungkas William

William merekomendasikan buy saham BMRI dengan target harga akhir tahun Rp 7.000 – Rp 7.200, BBNI dengan target harga Rp 8.000, TLKM buy dengan target harga Rp 4.000, dan buy saham PGAS dengan target harga Rp 2.500. IHSG Rabu (17/10) diprediksi menguat dengan rentang support di level 5.700 dan resistance di level 5.880.

Hari ini, saham BMRI ditutup pada level harga Rp 6.500 menguat 1,96%, BBNI pada level harga Rp 7.250 menguat 2,84%, TLKM pada level harga Rp 3.780 menguat 3,28% dan terakhir saham PGAS ditutup pada level harga Rp 2.200 naik sebanyak 7,84%.

Source : kontan.co.id