PT KONTAK PERKASA – Lelah terus turun, Wall Street melonjak lagi pada perdagangan awal pekan. Senin (5/3), Dow Jones Industrial Average melambung 336,70 poin atau 3,2% ke 24.874,76.

Indeks S&P 500 pun menguat 1,1% ke 2.720,94. Tak ketinggalan, Nasdaq menguat 1% ke 7.330.70.

Kekhawatiran pasar soal perang dagang sedikit mereda. “Kenaikan harga saham Caterpillar dan Harley-Davidson menunjukkan bahwa trader memperkirakan perang dagang ini akan berakhir secara diplomatik,” kata Quincy Krosby, chief market strategist Prudential Financial kepada CNBC.

Krosby menambahkan, komentar Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal fleksibilitas bagi NAFTA turut menguatkan pasar. Lewat kicauan di Twitter, Trump mengatakan, AS memiliki defisit perdagangan yang besar dengna Meksiko dan Kanada.

Trump menambahkan, NAFTA yang saat ini dalam proses negosiasi ulang, merupakan kesepakatan yang buruk bagi AS. “Tarif baja dan aluminium hanya akan turun jika kesepakatan baru NAFTA yang lebih fair ditandatangani,” ungkap dia.

Meksiko juga harus berupaya lebih keras untuk menghentikan aliran narkotika ke AS. Sementara untuk Kanada, Trump bilang bahwa negara tetangga ini harus memperlakukan para petani dengan lebih baik.

Bursa Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Jumat (2/3) waktu Amerika Serikat. Indeks acuan memangkas penurunan tajam yang terjadi di awal sesi didukung sektor kesehatan.

Mengutip Bloomberg, Jumat, S&P 500 ditutup naik 0,51% ke level 2.691,25, setelah sempat tumbang lebih dari 1%. Nasdaq yang sempat melorot 1,3% akhirnya ditutup menguat 1,08% menjadi 1.533,17.

Penguatan pasar saham AS didukung sektor perawatan kesehatan. Di S&P 500, sektor ini memimpin dengan kenaikan sebesar 1%. Saham Universal Health Services and Perrigo mencatat kinerja terbaik. Di  Nasdaq, iShares Nasdaq Biotechnology ETF (IBB) menguat 2,4%.

Hanya, Dow Jones Industrial Average yang berakhir turun 70,92 poin atau setara 0,29% ke posisi 24.538,06. Meski demikian, kinerja indeks membaik dibandingkan penurunan sebesar 391 poin pada awal perdagangan. Saham Johnson & Johnson dan Merck termasuk berkinerja terbaik dengan kenaikan masing-masing 1,2%.

“Ketika ada kesempatan untuk membeli di saat harga di bawah, orang-orang mengambilnya. Secara ekonomi sehat dan penghasilan semakin kuat,” kata Phil Blancato, CEO Ladenburg Thalmann Asset Management, seperti dilansir CNBC.

Meski rebound, namun ketiga indeks saham di Wall Street tercatat masih melemah dalam sepekan terakhir. Dow, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun 3,1%, 2% dan 1,1%. Pada awal sesi Jumat, saham diperdagangkan turun tajam, karena kekhawatiran bahwa Presiden AS Donald Trump akan menerapkan tarif impor baja dan aluminium mulai pekan depan. Hal ini bisa memicu perang dagang. Muncul kekhawatiran bahwa negara lain dapat menerapkan tarif serupa sebagai balasan untuk ekspor AS.

Pengumuman tarif tersebut dikecam sejumlah negara, termasuk Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker. Ia mengatakan hal itu hanya dapat memperburuk masalah. Akibatnya, pasar luar negeri turun tajam pada hari Jumat.

Namun, perusahaan AS yang berorientasi domestik seperti perawatan kesehatan paling tidak terpengaruh oleh perang dagang.

Apalagi, Jumat, Trump melalui akun twitter menegaskan soal tarif impor. “Ketika sebuah negara (AS) kehilangan miliaran dollar dalam perdagangan dengan hampir setiap negara yang melakukan bisnis dengannya, perang dagang itu baik, dan mudah untuk menang,” ujarnya.
Source : kontan.co.id