KONTAK PERKASA FUTURES – Wall Street kehilangan tenaga dari data ekonomi akhir pekan lalu. Bursa saham Amerika Serikat (AS) turun lagi. Senin (12/3), Dow Jones Industrial Average turun 0,62% atau 157 poin ke 25.178,61.

Indeks S&P 500 turun tipis 0,13% ke 2.783,02. Sedangkan Nasdaq justru menguat 0,36% ke rekor tertinggi 7.588,33.

Saham Boeing dan Caterpillar turun masing-masing 2,9% dan 2,4% setelah kabar pengenaan tarif impor baja dan aluminium. Ongkos produksi kedua perusahaan ini berpeluang naik jika tarif impor naik. Kedua perusahaan ini merupakan pemberat pada perdagangan indeks Dow Jones di awal pekan.

Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump memperlunak penetapan tarif. wall street. AS mengecualikan Kanada dan Meksiko dari tarif impor tinggi. Uni Eropa dan Jepang pun berniat meminta pengecualian tarif.

“Perusahaan industri multinasional seluruh dunia tertekan karena kekhawatiran bahwa mereka akan terkena dampak,” katarobert Phipps, direktur Per Stirling Capital Management kepada Reuters.

Di sisi lain, Anwiti Bahuguna, senior portfolio manager Columbia Threadneedle mengatakan, pasar saham masih memiliki outlook positif meski ada penurunan. “Pertumbuhan gaji stabil dan pelan-pelan, hingga kini belum ada hal besar yang bisa mengacaukan pasar saham,” kata dia.

Greg Powell, CEO Fi-Plan Partners mengatakan kepada CNBC, pasar saham masih digerakkan oleh kinerja korporasi. Memang, akan ada volatilitas pasar. Tapi, bnursa akan cenderung menguat.

Rapat Federal Reserve akan digelar pekan depan. Pasar memperkirakan, bank sentral AS akan menaikkan suku bunga pada rapat bulan ketiga ini.

Source : kontan.co.id