PT KONTAK PERKASA – Wall Street bergerak mixed dengan sebagian besar indeks melemah pada perdagangan Kamis (13/12). Pada penutupan perdagangan pagi ini, Dow Jones Industrial naik 0,29% ke level 24.597.

Tapi, indeks S&P 500 turun tipis 0,02% ke 2.650. Nasdaq Composite pun melemah 0,39% ke 7.070. Sektor-sektor defensif mencatat persentase kenaikan tertinggi dari 11 indeks sektoral S&P. Sektor-sektor ini misalnya, sektor utilitas, real estate, dan barang konsumer.

Sejumlah kabar domestik dan internasional menyebabkan investor memilih saham-saham yang bersifat defensif pada perdagangan kemarin. “Pasar sangat gelisah. Di awal perdagangan, investor sangat optimistis dan kekhawatiran muncul kemudian,” kata Omar Aguilar, chief investment officer for equities Charles Schwab Investment Management kepada Reuters.

Sentimen positif kemarin datang dari kelanjutan negosiasi dagang Amerika Serikat (AS) dan China. Jurubicara Kementerian Perdagangan China mengatakan, kedua negara menghasilkan kemajuan signifikan soal perdagangan.

Tapi, optimisme ini diiringi beberapa antisipasi, seperti kenaikan suku bunga Federal Reserve pekan depan, yield US treasury yang mendatar, serta Brexit yang berkepanjangan. “Pasar saham perlu katalis lebih banyak dan konsisten. Ini bisa berasal dari data ekonomi yang membaik, atau kejelasan rencana The Fed tahun depan dan perdagangan AS-China. Hal-hal ini tidak akan terjadi dalam waktu dekat,” kata Aguilar.

Indeks saham Wall Street kembali mendaki dipimpin saham-saham sektor teknologi. Tanda-tanda kemajuan negosiasi perdagangan Amerika Serikat (AS) dan China mendatangkan sentimen positif pada perdagangan Kamis (13/12).

Mengutip Reuters, hingga pukul 9.55 waktu AS, Kamis (13/12), indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,2% atau 48,30 poin ke posisi 24.575,57. Pun indeks S&P 500 naik 2,63 poin atau 0,10% menjadi 2.653,70 dan indeks Nasdaq Composite naik 1,65 poin atau 0,02% ke level 7.099,96.

Sejumlah saham emiten teknologi seperti Apple Inc, Cisco Systems Inc, dan Microsoft Corp naik antara 0,5% hingga 0,8%. Perusahaan teknologi AS memang sangat terpengaruh kemajuan pembicaraan perdagangan AS dengan China.

Di antara 11 sektor utama S&P, hanya indeks saham sektor energi yang turun 0,60% karena harga minyak turun di bawah US$ 60 per barel.

Komentar optimistis Presiden AS Donald Trump tentang pembicaraan perdagangan dengan China dan pembelian besar pertama kedelai AS oleh China memunculkan harapan akan ada jalan keluar mengakhiri perang tarif dagang antar dua negara tersebut.

Meski begitu, para trader mengingatkan,pasar kemungkinan akan terus bergejolak setidaknya sampai batas waktu perundingan AS-Cina berakhir pada Februari tahun depan.

“Pasar akan berombak selama resolusi pembicaraan perdagangan sampai kita melihat ada beberapa kejelasan,” kata Andre Bakhos, Managing Director New Vines Capital LLC seperti dilansir Reuters.

Source : kontan.co.id