PT KONTAK PERKASA –¬†Indeks saham Wall Street bergerak bervariasi dengan tiga indeks utama menguat pada perdagangan Senin (10/12). Dow Jones Industrial Average menguat 0,14% ke 24.423,26.

Indeks S&P 500 menguat 0,18% ke 2.637,72. Sedangkan Nasdaq Composite menguat 0,74% ke angka 7.020,52. Dari tiga indeks tersebut, hanya Nasdaq yang masih mencetak kenaikan sejak awal tahun.

Menurut data Bloomberg, Nasdaq menguat 1,70% secara year to date. Sedangkan Dow Jones turun 1,20% dan S&P 500 turun 1,34%.

Pada perdagangan kemarin, bursa saham cenderung volatile, terutama pada saham-saham teknologi dan perbankan. Indeks energi turun paling dalam seiring merosotnya harga minyak.

Indeks S&P yang hampir menyentuh level terendah tahun ini, yaitu pada Februari lalu, algoritma perdagangan mulai memicu sinyal beli. Tapi, laju kenaikan indeks pun sangat lambat.

“Pasar saham mendapatkan support pada level terendah, ini yang menimbulkan pembalikan indeks. Tapi ketika trading dipicu oleh komputer pada jangka pendek, indeks bergerak tanpa arah,” kata David Jow, chief market strategist Ameriprise kepada Reuters.

Pasar global masih dibayangi sentimen negatif. Kemarin, Perdana Menteri Inggris Theresa May menunda pemungutan suara parlemen soal Brexit. Kabar yang beredar mengatakan bahwa May berniat menghindari penolakan Brexit secara besar-besaran.

Sementara saham perbankan di bursa Amerika turun hingga 1,4% karena kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan suku bunga. “Kredit mungkin tidak akan meningkat lagi karena faktor suku bunga. Pertumbuhan kredit tampaknya melambat sehingga timbul kekhawatiran apa yang selanjutnya akan mengerek kinerja,” kata Jeffery Harte, analis Sandler O’Neill.

Indeks utama Wall Street anjlok lebih dari 2% pada akhir perdagangan Jumat (7/12) didorong aksi jual saham teknologi dan internet dalam jumlah besar. Secara persentase, penurunan indeks ini merupakan penurunan mingguan yang terbesar sejak Maret akibat kekhawatiran atas ketegangan perang dagang Amerika Serikat-China.

Indeks S&P 500 ditutup turun 62,87 poin atau 2,33% ke level 2.633,08. Sedangkan Nasdaq Composite anjlok 219,01 poin atau 3,05% menjadi 6.969,25.

Sementara itu, Dow Jones Industrial Average turun 558,72 poin atau 2,24% ke level 24.388,95.

Setelah keputusan gencatan sejata AS-China dalam pembicaraan di Argentina, saham-saham bergejolak sepanjang pekan lantaran investor mencari tanda-tanda apakah sentimen ketegangan perdagangan di pasar saham akan menghilang.

Arah bursa Wall Street memperhatikan pada imbal hasil obligasi dan arah kebijakan suku bunga dari The Fed. Dimana beberapa investor memperkirakan laju kenaikan suku bunga The Fed akan lebih lambat dari yang diantisipasi sebelumnya.

“Ini adalah krisis kepercayaan pada situasi perdagangan, dan mungkin sedikit krisis kepercayaan di The Fed mengingat betapa cepat mereka harus mengubah nada kebijakan mereka,” ujar Walter Todd, kepala investasi di Greenwood Capital Associates seperti dikutip Reuters.

Source : kontan.co.id