PT KONTAK PERKASA – Wall Street ditutup bervariasi di akhir perdagangan Jumat (1/2) dibayangi optimisme lonjakan pertumbuhan pekerjaan di Amerika Serikat pada Januari dan diimbangi oleh proyeksi melemahnya prospek Amazon.com Inc yang menghancurkan saham ritel.

Pada Jumat (1/2), indeks The Dow Jones Industrial Average naik 026% ke level 25.063,89, S&P 500 naik 0,09% ke 2.706,53, sementara Nasdaq Composite turun 0,25% ke level 7.263,87.

Dalam sepekan, S&P 500 naik 1,6%, Dow Jones Industrial Average naik 1,3%, sedangkan Nasdaq Composite naik 1,4%.

Berdasarkan laporan Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan data nonfarm payrolls melonjak dengan 304.000 pekerjaan pada Januari. Ini adalah kenaikan terbesar sejak Februari 2018 dan mengalahkan ekspektasi ekonom yang memperkirakan kenaikan 165.000 pekerjaan.

Laporan itu, bersama dengan aktivitas manufaktur ISM yang lebih baik dari perkiraan Januari menjadi dasar yang kuat bagi perekonomian AS.

“Laporan data pengangguran itu menunjukkan bahwa orang ingin kembali bekerja,” jelas Tom Martin, manajer portofolio senior GlobAlt Investment seperti dikutip Reuters. 

“Konsumen harus kuat, dan jika konsumen dipekerjakan, konsumen akan tetap kuat.”

Meski begitu, ketika ekonomi  AS stabil, investor tetap khawatir perlambatan ekonomi di luar AS dapat mengganggu pertumbuhan kinerja perusahaan, dimana perusahaan-perusahaan kelas kakap seperi Apple Inc memperingatkan permintaan China yang melambat.

Data menunjukkan sektor manufaktur China turun pada Januari. Wall Street. Ini adalah penurunan bulan kedua berturut-turut dan menambah risiko pertumbuhan ekonomi global di tengah perang dagang dengan AS.

Hingga pukul 9:54, Rabu (30/1) waktu AS, Indeks Dow Jones Industrial Average naik 240,03 poin  atau 0,98% menjadi 24.819,99. Indeks S&P 500 juga naik 13,87 poin atau 0,53% ke posisi 2.653,87, serta indeks Nasdaq Composite naik 60,79 poin atau 0,86% ke level 7.089.08.

Tujuh dari 11 sektor saham di indeks S&P naik, dipimpin kenaikan 1,47% pada indeks saham sektor teknologi.

Harga saham Apple naik 4,3% setelah produsen iPhone tersebut melaporkan pertumbuhan tajam dalam bisnis jasa. Apalagi Chief Executive Officer (CEO) Apple Tim Cook mengatakan, ketegangan perdagangan antara AS dan Cina mulai berkurang.

Laporan tersebut meredakan kekhawatiran setelah Apple pada awal bulan ini memangkas perkiraan penjualan untuk kuartal saat ini karena melambatnya permintaan di China, yang ekonominya melambat terseret perang dagang dengan AS.

Sementara harga saham Boeing melonjak 5,2% setelah memperkirakan laba dan ekspektasi arus kas untuk setahun penuh jauh di atas perkiraan analis. Boeing juga memperkirakan bisa mengirimkan sekitar 900 unit pesawat komersial pada 2019, naik dari 806 unit di tahun lalu.

“Untuk Apple, penghasilan positif jelas menggembirakan untuk pasar hari ini,” kata Scott Brown, kepala ekonom Raymond James di St. Petersburg, Florida, seperti dilansir Reuters.

Pasar saham AS belakangan tertekan akibat kekhawatiran perlambatan ekonomi China telah berefek ke ekspansi korporasi AS. Meskipun pendapatan emiten di kuartal IV 2018 sebagian besar melampaui ekspektasi Wall Street, investor khawatir sengketa perdagangan dapat menambah perlambatan ekonomi global karena dampak pemotongan pajak perusahaan AS memudar.

Para pejabat Washington dan Beijing bertemu di sebelah Gedung Putih pada Rabu ini dalam pembicaraan tingkat tertinggi sejak Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping menyetujui gencatan senjata selama 90 hari dalam perang dagang pada bulan Desember 2018 lalu.

Source : kontan.co.id