Wall Street. Pasar saham AS berakhir dengan mengalamipenurunan yang cukup dalam kemarin pada tanggal (14/9). Melansir data yang didapat dari CNBC, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor’s 500 mengalami penurunan sebesar 1,48% atau setara dengan 32,02 poin menjadi berada di level 2.127,02. Sektor energi mencatatkan penurunan yang paling dalam di antara sektor lainnya.

KONTAK PERKASA FUTURES – Sementara, indeks Dow Jones Industrial Average mengalami penurunan sebesar 1,41% atau setara dengan 258,32 poin menjadi berada di level 18.066,75. Saham Chevron mengalami tekanan yang paling dalam. Dan saham Apple menjadi satu-satunya saham yang memiliki pergerakan positif.

Sedangkan indeks Nasdaq mengalami penurunan sebesar 1,09% atau setara dengan 56,63 poin menjadi berada di level 5.155,25.

Dalam setiap sembilan saham yang mengalami penurunan, hanya terdapat satu saham yang mengalami peningkatan di New York Stock Exchange. Volume transaksi perdagangan juga melibatkan 1,016 miliar saham. Sementara itu volume indeks gabungan mencapai 4,029 miliar saham pada saat penutupan.

Ada sejumlah faktor yang turut menyebabkan bursa AS tak berdaya. Wall Street. Salah satunya adalah pergerakan volatil dan penurunan harga dari minyak dunia.

Di sisi lain, pasar juga masih menanti hasil dari pertemuan The Federal Reserve yang akan berlangsung pada pekan depan.

“Kita kembali ke dunia yang liar, di mana saya rasa hal ini adalah bukan suatu hal yang mengejutkan karena kecemasan kita mengenai kebijakan dari The Fed dan anjloknya harga komoditas,” jelas Kate Warne, selaku investment strategist Edward Jones.

Sekadar tambahan informasi bagi para pembaca, petinggi The Fed pada saat ini berada dalam periode tenang setelah sebelumnya salah satu anggota utama The Fed mengeluarkan sebuah pernyataan dovish mengenai kebijakan suku bunga AS pada hari Senin (12/9) lalu.

The Fed juga dijadwalkan akan menggelar pertemuan yang rutin pada hari Selasa dan hari Rabu pekan depan. Berdasarkan data yang dimiliki CME Group’s FedWatch tool, ekspektasi market bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 15%.

Source : kontan.co.id