PT KONTAK PERKASA FUTURES BANDUNG – Wall Street. Bursa AS berakhir di zona merah pada akhir transaksi perdagangan semalam, Selasa (1/11). Mengutip data CNBC, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Dow Jones Industrial Average melorot 105,32 poin atau 0,58% menjadi 18.037,10. Saham Pfizer memimpin penurunan. Sedangkan saham Chevron menghuni posisi top gainers.

Sedangkan indeks S&P 500 turun 14,43 poin atau 0,68% menjadi 2.111,72. Sektor real estate mengalami penurunan terbesar di antara sepuluh sektor lainnya. Sedangkan sektor energi menjadi satu-satunya sektor yang melaju.

Adapun indeks Nasdaq turun 35,56 poin atau 0,69% menjadi 5.153,58.

Dalam setiap tiga saham yang turun, terdapat satu saham yang naik di New York Stock Exchange. Volume transaksi perdagangan semalam melibatkan 1,065 miliar saham dan volume transaksi gabungan mencapai 4,463 miliar saham.

Wall Street. Menurut Mike Bailey, director of research FBB Capital Partners, saat ini sebenarnya tidak ada sentimen penggerak negatif pada fundamental. “Namun investor merasakan sedikit kecemasan sehingga rasanya cukup beralasan melakukan aksi jual. Saya rasa saat ini trigger aksi jual hanya minim,” paparnya.

Meski demikian, investor masih sangat menantikan kebijakan The Federal Reserve. Apalagi, bank sentral AS ini akan memulai pertemuan dua hari mereka kemarin. Market memprediksi, bank sentral akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan kali ini.

Sedangkan ekspektasi kenaikan suku bunga AS pada Desember mencapai 70%.

“Penurunan kali ini hanyalah kecemasan yang terjadi terkait isu kenaikan suku bunga The Fed. Mengingat hal itu dilakukan setahun sekali, pasar menjadi cemas mengenai hal tersebut,” jelas Art Hogan, chief market strategist Wuderlich Securities.

Source : kontan.co.id