PT KONTAK PERKASA FUTURES – Bursa saham Wall Street menguat pada awal perdagangan, Senin (25/2). Indeks bursa saham Amerika Serikat (AS) mendapat dorongan saham-saham sektor  teknologi dan industri, setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan akan menunda rencana kenaikan tarif impor barang asal China.

Seperti dilansir Reuters, Trump mengatakan, pembicaraan perdagangan dengan China “produktif”. Ia dan Presiden China Xi Jinping akan bertemu untuk mencapai kesepakatan jika kemajuan terus berlanjut.

Pengumuman itu adalah tanda yang paling jelas bahwa kedua negara mendekati kesepakatan untuk mengakhiri sengketa perdagangan berkepanjangan yang telah memperlambat pertumbuhan global dan mengganggu pasar keuangan global.

Trump juga optimistis kesepakatan perdagangan akhir dapat dicapai dengan China dan dia akan mengadakan pertemuan puncak untuk menandatangani perjanjian tersebut. Namun, Trump juga mengingatkan kesepakatan mungkin masih belum terjadi.

“Ini semua tentang perpanjangan batas waktu perdagangan, itu memberi kita waktu dan itu positif,” kata Scott Brown, Kepala Ekonom Raymond James di St. Petersburg, Florida kepada Reuters.

Sentimen tersebut memberi energi positif ke bursa saham AS. Hingga Senin (25/2) pukul 9.59 waktu AS, indeks Dow Jones Industrial Average naik 165,68 poin atau 0,64% ke level 26.197,49.

Indeks S&P 500 juga naik 14,53 poin atau 0,52% menjadi 2.807,20 dan indeks Nasdaq Composite naik 57,91 poin atau 0,77% ke level 7,585.46.

Indeks saham teknologi S&P naik 0,92%. Harga saham Apple Inc yang naik 1,4% memimpin reli saham teknologi.

Sementara indeks saham sektor industri naik 1% dibantu kenaikan saham Caterpillar Inc dan Boeing Co.

Investor kini akan terus mencermati pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell pada tengah pekan ini mengenai kebijakan moneter. Sebelumnya Powell menyebut The Fed akan lebih bersabar dengan kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Presiden Donald Trump pada Minggu (24/2) mengumumkan akan menunda kenaikan tarif impor bagi barang-barang asal China seiring dengan hasil perundingan dagang yang produktif dan ke depan ia dan Presiden China Xi Jinping akan bertemu untuk membahas perundingan dagang lebih lanjut.

Dikutip Reuters, pernyataan ini adalah pertanda jelas bahwa China dan AS akan mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang dagang selama berbulan-bulan yang telah memperlambat pertumbuhan ekonomi global dan mengganggu pasar.

Sebelumnya, Trump berencana menaikkan tarif impor dari 10% menjadi 25% terhadap barang-barang dari China senilai US$ 200 miliar jika kedua negara tak mencapai kesepakatan hingga 1 Mret 2019 Jumat pekan ini.

Setelah perundingan selama sepekan yang diperpanjang hingga akhir pekan, Trump  menyatakan tarif impor untuk barang-barang China tak akan naik untuk saat ini. Melalui cuitannya di media sosial, ia menyatakan, ada kemajuan yang telah disepakati dalam perundingan dagang, termasuk perlindungan kekayaan intelektual, transfer teknologi, pertanian, service dan mata uang.

Sebagai hasilnya, “Saya akan menunda kenaikan tarif AS yang dijadwalkan 1 Maret 2019. Dengan asumsi kedua belah pihak membuat kemajuan. Kami akan merencanakan pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden Xi Jinping di Mar-a-Lago, untuk menyimpulkan kesepakatan. Akhir pekan yang sangat baik untuk AS dan China!”

Mar-a-Lago adalah properti presiden di Florida.

Presiden tidak menetapkan tenggat waktu perndingan, tetapi dia mengatakan kepada gubernur negara bagian AS bahwa kemungkinan ada berita sangat besar selama satu atau dua pekan ke depan jika perundingan berjalan dengan baik.

Source : kontan.co.id