PT KONTAK PERKASA FUTURES – Meski tengah berada dalam tren pelemahan, pergerakan harga komoditas batubara dinyakini masih cukup positif. Harga batubara tersebut diperkirakan bisa memulai menguat lagi pada pekan depan. Analis melihat tingginya permintaan dan terhambatnya pasokan mampu membawanya kembali menguat.

Wahyu Tribowo Laksono, Analis PT Central Capital Futures mengatakan, sentimen positif paling besar datang dari China. Awal bulan ini S&P Global Platt C Flow menunjukkan adanya 102 kapal batubara yang berlabuh di lepas pantai China karena pembatasan impor batubara.

Sejauh ini terbatasnya pasokan telah memaksa pengguna untuk mengeluarkan cadangan yang dimilikinya. “Kalau kondisi ini terus berlanjut maka sepanjang musim dingin nanti pengguna batubara harus membeli batubara di pasar terbuka,” paparnya.

Sentimen positif lain datang dari Korea Selatan. Impor batubara dari Korsel menunjukkan tren kenaikan beberapa bulan terakhir. Pada September impor batubara berada di level 11,3 juta ton dan di bulan Oktober diperkirakan akan mencapai 12 juta ton.

Selain didorong tingginya permintaan, peluang penguatan harga juga datang dari terhambatnya pasokan. Di Afrika Selatan, pekerja tambang mengancam akan melakukan pemogokan di tambang batubara seluruh wilayah Afrika Selatan untuk mendukung tuntutan upah yang lebih tinggi.

Kemudian di Indonesia, hujan lebat juga telah mengganggu proses distribusi. “Penundaan pemuatan kapal menyebabkan pasokan stagnan ditengah permintaan yang terus tumbuh,” timpalnya.

Menurut Wahyu sampai akhir tahun harga batubara masih dilingkupi trend positif. Selama kuartal IV kemungkinan harga batubara bisa bergerak di ksiaran US$ 80 – US$ 110 per metrik ton.

Sementara itu Ibrahim cenderung melihat penguatan harga batubara hanya bisa bertahan hingga pekan pertama Desember. Ia melihat harga akan kembali melemah jika Bank Sentral Amerika Serikat (AS) merealisasikan rencana kenaikan suku bunga acuan. “Di minggu pertama Desember kemungkinan harganya bisa mencapai US% 105 per metrik ton, tetapi memasuki tanggal 20 akan kembali melemah,” ujarnya.

Asal tahu saja, mengutip Bloomberg harga batubara pada penutupan perdagangan Jumat (10/11) di ICE Futures Exchange kontrak pengiriman Desember 2017 tercatat melemah 0,21% ke level US$ 96,40 per metrik ton dibanding sehari sebelumnya. Jika dibandingkan sepekan terakhir harganya sudah melemah hingga 1,73%.

Source : kontan.co.id