Nilai transaksi harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama Agustus naik cukup signifikan. Berdasarkan data Bloomberg, sepanjang bulan lalu, rata-rata nilai transaksi harian di pasar reguler maupun pasar lain mencapai Rp 8,3 triliun.

Tito Sulistio, Direktur Utama BEI, mengatakan, euforia pengampunan pajak menyebabkan sejumlah saham mengalami kenaikan dan pasar saham lebih ramai. “Nilai transaksi harian meningkat dari sekitar Rp 6 triliun menjadi Rp 8 triliun. Kalau sempat turun kemarin karena ada antisipasi dari kenaikan suku bunga The Fed,” ungkap Tito, akhir pekan lalu.

hingga saat ini realisasi amnesti pajak masih minim, Tito meyakini program pemerintah yang bertujuan membawa pulang dana yang terparkir di luar negeri itu akan menggairahkan bursa saham. Menurut dia, investor asing juga masih berminat terhadap pasar saham domestik.

David Sutyanto, Analis First Asia Capital, mengatakan, sepanjang Agustus, arus dana asing yang masuk ke bursa cukup deras. Nilainya rata-rata bisa mencapai Rp 1 triliun per hari.

Sepanjang tahun ini, nilai pembelian bersih (net buy) investor asing mencapai Rp 37,38 trilun. Memang belakangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masuk fase konsolidasi. Menurut David, hal ini karena euforia tax amnesty mulai pudar.

“Pasar akan melihat realisasinya di bulan September ini. Kalau bagus, akan naik lagi,” ujar dia (4/9).

Hans Kwee, Direktur Investa Saran Mandiri mengatakan, nilai transaksi harian setidaknya bisa mencapai Rp 6,5 triliun pada tahun ini. Terlebih, beberapa tai-pan besar mulai menyatakan akan mengikuti program pengampunan pajak. Nilai amnesti pajak sebesar Rp 70 triliun, ujar Hans, diharapkan bisa tercapai.

Dia menambahkan, bulan ini pasar akan lebih banyak disetir sentimen luar negeri, karena ada FOMC meeting yang akan menentukan arah suku bunga The Fed. Namun, Hans menilai potensi kenaikan bunga The Fed di bulan ini tidak terlalu besar.

Inflow dana asing cukup besar pada bulan lalu. Namun pada pekan ini sudah mulai net sell lagi. Bulan ini akan masuk ke dalam fase konsolidasi dulu,” imbuh Hans.

Penambahan gateway Tito menjelaskan, sampai saat ini memang belum terlihat dana repatriasi yang masuk melalui crossing saham. “Tetapi kan masih ada waktu cukup lama untuk melaporkannya,” imbuh dia.

KONTAK PERKASA FUTURES – Menurut Tito, pemerintah seharusnya memperluas distribusi mengenai amnesti pajak, dengan menambah gateway dana repatriasi. “Kenapa dibatasi hanya 19 perusahaan efek. Sebaiknya biarkan saja semua perusahaan efek berpartisipasi karena mereka memiliki klien masing-masing,” tutur dia.

Menurut Tito, pemerintah dan BEI perlu mensosialisasikan program ini dengan lebih mendetail lagi. “Banyak pengusaha yang sudah berbicara sama saya, dan mereka memang sudah banyak yang berkomitmen untuk mengikuti program ini,” ujar dia.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Keuangan memang berencana menambah gateway dana repatriasi. Nantinya akan terdapat 30 Perusahaan Efek (PE) dan 30 Manajer Investasi (MI) yang berhak menjaring dana repatriasi. Jika semakin banyak perusahaan efek yang terlibat, maka dana repatriasi yang masuk melalui pasar modal akan terkelola dengan baik.

David menilai, apabila bulan ini realisasi amnesti pajak terlihat lebih bagus, maka nilai transaksi harian di pasar saham domestik pada akhir tahun ini bisa menyentuh Rp 7 triliun dengan proyeksi IHSG nongkrong di level 5.600.

Source : kontan.co.id