PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencetak selama satu bulan terakhir terdapat penambahan transaksi rata-rata Rp 2 triliun per hari pada pasar modal. Hal ini dirasakan sebab pasar modal cenderung lebih menarik akhir-akhir ini.

“Kalau transaksi tanpa crossing kami lihat terdapat penambahan Rp 1,8 triliun sampai Rp 2 triliun per hari. Dari yang biasanya sejumlah Rp 6 triliun per hari menjadi Rp 8 triliun per hari,” kata Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio.

Walaupun demikian, Tito belum bisa memastikan apakah penambahan itu adalah dari aliran dana repatriasi dari pasar modal sejak diberlakukannya Program Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) atau bukan. “Tetapi saya tidak tahu apakah itu dari tax amnesty ataukah bukan,” katanya.

KONTAK PERKASA FUTURES – Ia menjelaskan, masuknya aliran dana repatriasi dari para wajib pajak tentunya membutuhkan waktu. Menurutnya, masih banyak investor yang berencana menunggu sampai batas waktu akhir yaitu 31 September 2016 sambil mencari informasi tambahan soal program tax amnesty serta menghitung aset. “Saya percaya mereka semua menunggu. Mereka mau kok untuk berkomitmen,” katanya.

Walaupun peningkatan transaksi harian itu belum bisa dipastikan ada berapa dana repatriasi di dalamnya, menurut keterangan Tito sejak diterapkannya tax amnesty pasar modal cenderung menjadi lebih menarik.  “Logikanya, bila ada dana masuk berarti itu kepercayaan meningkat. Tax amnesty itu membuat tata kelola fiskal menjadi semakin baik, itu membuat balance sheet negara pun turut membaik. Cadangan devisa naik,” ujarnya.

Source : kontan.co.id