Beberapa hari yang lalu media diramaikan oleh berita tentang pengajian yang dilakukan para penduduk Gang Dolly dalam rangka penolakan penutupan kawasan lokalisasi tersebut.  Kegiatan ini diadakan menjelang ramadhan sekaligus menyambut bulan suci tersebut. Yang gila adalah itu kan kawasan lokalisasi, masa ngadain acara pengajian buat nolak penutupan. Otak mereka pada dikemanain ya, sepertinya akan terjadi adzab di sana..huuu Na’udzubillahi mindalik. Pengajian tersebut juga dihadiri Gus Gendeng yang terkenal sebagai pemuka agama disana :v

Menurut penuturan salah satu PSK disana, kabarnya penutupan Dolly tersebut dilakukan tanpa ada sosialisasi atau pendekatan terlebih dahulu dari Walikota Ibu Risma, Makanya mereka melakukan kegiatan tersebut. Padahal menurutnya Ibu Risma sering menghadiri pengajian di Gang Dolly tahun lalu saat belum ada niatan untuk ditutup. Satu pertanya dibenak KPF adalah, dimana para komplotan FPI (Front Pembela Islam)?! di jawa timur kan banyak sekali anggota ormas itu. Harusnya kegiatan yang seperti ini yang berantas bukannya pemeluk agama yang berbeda dengan ormas itu diberantas saat mereka sedang beribadat. Indonesia kan sudah merdeka, ada toleransi, dan saya yakin di setiap agaman juga diajarkan  toleransi.

Hmmm…yang KPF bisa harapkan sih, semoga hal ini tidak ditiru di beberapa tempay lokalisasi yang lain. Jadi kalau mau ditutup ya terima saja, tapi dengan harapan pemerintah kota juga memberikan lapangan pekerjaan yang pantas agar para pekerja malam itu tidak lari ke jalan yang salah lagi.