Bahagianya bila dapat menyatukan isi kepala semua orang di dalam tim pada satu visi. Dijamin pekerjaan yang menjadi tugas tim akan memberikan hasil yang lebih baik. Membangun tim yang baik, bukan berlandaskan sikap otoriter yang membuat semua orang harus keras menjalankan pekerjaannya. Tim yang baik berisikan orang-orang yang sangat ringan mengerjakan tugasnya, selalu melihat semua hal dalam perspektif positif dan membantu satu sama lain.

Tim yang baik laksana sebuah keluarga yang saling mendukung anggota keluarga lainnya. Yang paling terpenting adalah semua merasakan kasih sayang dan kehangatan satu sama lainnya. Semua merasakan bahwa memiliki posisi yang sama dalam keluarga dan merasa bagian dari tim.

Dalam sebuah keluarga dimana kegembiraan itu berawal yang melahirkan banyak kebahagiaan. Tentunya juga terdapat hal-hal yang tidak mengenakan. Dan hal ini juga harus dirasakan oleh setiap anggota tim. Sebuah tim itu bukan hanya tempat membagi kebahagiaan saja, lebih dari itu merupakan wadah bagi seseorang untuk mencari pencerahan dari kesusahannya.

Tim bukan melulu tempat seseorang hanya membicarakan pekerjaan saja, melainkan tim menjadi bagian dari seseorang tersebut. Pekerjaan adalah perekat di antara anggota tim. Pekerjaan yang menjadi tugas bersama memang harus diselesaikan sebagai bagian dari kesatuan sebuah keluarga. Kehidupan di dalam tim harus disadari bukan sebagai melulu kehidupan profesional. Interaksi yang terjadi bisa dilebur dengan memahami satu-persatu anggota di dalamnya.

Tidak selamanya seorang leader adalah orang yang dituakan. Bisa jadi seorang yang usianya masih muda tapi mampu menjadi ‘ayah’ bagi rekan-rekan yang lain. Atau sebaliknya seorang wanita yang mampu merekatkan rekan-rekannya bisa menjadi ‘ibu’ bagi mereka. Jika seperti ‘keluarga’ maka tim akan dapat menerima kesalahan yang ada sebagai sebuah jalan untuk memperbaiki kinerja lebih baik lagi. Harus diingat bahwa kita semua adalah manusia bukan mahluk dari planet lain.

Simak poin berikut:

  • Jadikanlah suasana dalam tim akrab.
  • Jangan membeda-bedakan satu orang dengan yang lainnya.
  • Bantu anggota tim lainnya yang tengah mengalami kesulitan.
  • Kesalahan yang terjadi harus disikapi dengan positif dan segera mencari solusi.
  • Komunikasi di dalam tim harus terbuka dan jernih.
  • Leader dapat mengambil sikap sebagai kakak yang siap melindungi keluarganya.
  • Berbuatlah yang memberikan manfaat bagi anggota tim, dan hindari menggunjingkan anggota lainnya.

– Sumber: Bisnisindeks.com