Pasar saham AS berakhir pada zona merah pada transaksi jual beli tadi malam tanggal 30 Agustus. Melansir data dari CNBC, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Dow Jones Industrial Average mengalami penurunan 0,26% menjadi berada di level 18.454,30. Saham Boeing juga jadi menduduki posisi top losers. Sementara itu saham Goldman Sachs ternyata menjadi saham dengan perolehan top gainers.

KONTAK PERKASA FUTURES – Di sisi lain indeks S&P 500 mengalami penurunan sebesar 0,2% menjadi berada di level 2.176,12. Sektor utiliti hingga saat ini tertekan paling besar yaitu sebesar 1%. Sementara itu sektor finansial menjadi satu-satunya sektor yang mencapai keberhasilan untuk mencapai kenaikan.

Di sisi lain, indeks Nasdaq berakhir melemah sebesar 0,18% menjadi berada di level 5.222,99.

Wall Street ternyata bergerak ke arah negatif seiring dengan langkah investor yang melakukan analisa data konsumer yang menunjukkan nilai positif, akan tetapi tetap menanti data tenaga kerja AS yang tentu saja akan mempengaruhi kebijakan The Federal Reserve pada hari Jumat mendatang.

“Setelah pertemuan Jackson Hole, seluruh perhatian para pelaku pasar saat ini tertuju pada hasil data tenaga kerja AS. Jika hasil datanya ternyata tidak memberikan sesuatu yang baik, saya rasa market akan dilanda aksi jual,” demikian dijelaskan Bob Phillips, managing principal Spectrum Management Group.

Sejumlah ekonom yang disurvei oleh Reuters memprediksi, ada sekitar 180.000 lapangan kerja baru di negara AS pada bulan Agustus ini.

Investor memang masih tetap mencari petunjuk tentang arah kebijakan suku bunga The Fed. Ditambah lagi, pada Selasa kemarin, Wakil Pimpinan The Fed yaitu Stanley Fischer bilang, pasar tenaga kerja AS hampir sepenuhnya ada dalam keadaan yang kuat.

Source : kontan.co.id