Kontakperkasa Futures – The Federal Reserve diperkirakan hanya akan menaikkan suku bunga jangka pendek tahun ini, akan tetapi hal itu diperkriakan hanya akan dilakukan sekali.

The Federal Reserve diperkirakan hanya akan menaikkan suku bunga jangka pendek tahun ini, akan tetapi hal itu diperkriakan hanya akan dilakukan sekali.
Data pengangguran dari Departemen Tenaga Kerja AS untuk bulan Desember yang dirilis Jumat pekan lalu secara mengejutkan menunjukkan upah turun .
‘Pertumbuhan upah yang menunjukkan penurunan dan apa artinya hal tersebut bagi inflasi akan menjadi hal yang dikaji oleh The Fed selama beberapa bulan ke depan,’ menurut Thomas Simons, seorang ekonom dari Jefferies di New York.
Data pekerjaan yang menunjukkan kenaikan telah mengantarkan pasar obligasi saat ini suku bunga hanya naik 1.25 poin di bulan Desember tahun lalu.
Simons mengatakan perkiraan situasi pasar ini sesuai dengan lama perkiraannya.
Risalah pertemuan The Fed bulan Desember mengatakan bank sentral akan mengetatkan meskipun inflasi masih berada di bawah target 2% sepanjang mereka yakin tekanan harga inflasi masih membayangi.
Jim Glassman, ekonom dari JP Morgan Chase, mengatakan ia juga memperkirakan kenaikan suku bunga akan terjadi di akhir tahun ini atau awal tahun depan.
Menurut Glassman ‘Risiko dengan menjadikan pelambatan ekonomi terhadap pengetatan yaitu inflasi bergerak naik. Itulah yang The Fed inginkan.
Glassman mengatakan The Fed memiliki pilihan untuk menaikkan sedikit suku bunga di awal tahun ini dan kemudian menaikkan pada laju yang rendah, atau menunda hingga The Fed ‘benar-benar yakin’ dan kemudian menaikkan suku bunga dengan cepat.
Carl Tannenbaum, kepala ekonom dari Northern Trust, menyepakati jika rilis data ekonomi baru-baru ini akan memungkinkan Fed untuk menunda kenaikan suku bunga, namun dia mengatakan bahwa ia melihat akan ada langkah pertama The Fed pada bulan September tahun ini.
Pada bulan Desember lalu, The Fed mengatakan akan ‘menunda’ untuk menaikkan suku bunga. Janet Yellen selaku Ketua bank sentral mengatakan tidak akan menaikkan suku bunga sampai akhir April tahun ini. (bgs)
Sumber : MarketWatch
Data pengangguran dari Departemen Tenaga Kerja AS untuk bulan Desember yang dirilis Jumat pekan lalu secara mengejutkan menunjukkan upah turun .
‘Pertumbuhan upah yang menunjukkan penurunan dan apa artinya hal tersebut bagi inflasi akan menjadi hal yang dikaji oleh The Fed selama beberapa bulan ke depan,’ menurut Thomas Simons, seorang ekonom dari Jefferies di New York.
Data pekerjaan yang menunjukkan kenaikan telah mengantarkan pasar obligasi saat ini suku bunga hanya naik 1.25 poin di bulan Desember tahun lalu.
Simons mengatakan perkiraan situasi pasar ini sesuai dengan lama perkiraannya.
Risalah pertemuan The Fed bulan Desember mengatakan bank sentral akan mengetatkan meskipun inflasi masih berada di bawah target 2% sepanjang mereka yakin tekanan harga inflasi masih membayangi.
Jim Glassman, ekonom dari JP Morgan Chase, mengatakan ia juga memperkirakan kenaikan suku bunga akan terjadi di akhir tahun ini atau awal tahun depan.
Menurut Glassman ‘Risiko dengan menjadikan pelambatan ekonomi terhadap pengetatan yaitu inflasi bergerak naik. Itulah yang The Fed inginkan.
Glassman mengatakan The Fed memiliki pilihan untuk menaikkan sedikit suku bunga di awal tahun ini dan kemudian menaikkan pada laju yang rendah, atau menunda hingga The Fed ‘benar-benar yakin’ dan kemudian menaikkan suku bunga dengan cepat.
Carl Tannenbaum, kepala ekonom dari Northern Trust, menyepakati jika rilis data ekonomi baru-baru ini akan memungkinkan Fed untuk menunda kenaikan suku bunga, namun dia mengatakan bahwa ia melihat akan ada langkah pertama The Fed pada bulan September tahun ini.
Pada bulan Desember lalu, The Fed mengatakan akan ‘menunda’ untuk menaikkan suku bunga. Janet Yellen selaku Ketua bank sentral mengatakan tidak akan menaikkan suku bunga sampai akhir April tahun ini. (bgs)
Sumber : MarketWatch