PT KONTAK PERKASA – Harga komoditas tembaga terus menunjukkan tren penguatan sejak awal 2017. Dibandingkan posisi awal tahun, harganya sudah tumbuh lebih dari 20%. Analis masih menyakini kondisi ini akan terus berlanjut sampai akhir tahun nanti.

“Kalau sampai akhir tahun 2017 penguatannya masih mungkin tembus 30%,” ujar Andri Hardianto, Analis PT Asia Tradepoints Futures, akhir pekan ini.

Mengutip Bloomberg, pada penutupan perdagangan Jumat (25/8), tembaga kontrak pengiriman tiga bulanan di London Metal Exchange (LME) terkoreksi 0,33% ke level US$ 6.666 per metrik ton dibanding hari sebelumnya. Namun, sejak awal tahun harga tembaga sudah tumbuh 21,7%.

Berbekal cukup banyaknya sentimen positif yang melingkupinya, Andri menyakini penguatan tersebut akan terus berlanjut. Dalam perhitungannya kemungkinan sampai akhir kuartal III, harganya akan bergerak di rentang US$ 6800- US$ 7000 per metrik ton. Sedangkan akhir tahun 2017, penguatannya akan berlanjut menembus level US$ 8000 per metrik ton.

Secara teknikal, saat ini, harga tembbaga masih bergerak diatas garis Moving Average (MA) 50, MA 100 dan MA 200 yang mengindikasikan tren penguatan. Sinyal serupa juga diperlihatkan oleh posisi indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) yang bergulir di area positif dan stochastic di level 66. Sedangkan indikator Relative Strength Index (RSI) justru menunjukkan peluang penurunan karena sudah berada pada area jenuh beli (overbought) level 77,5.

Prediksi Andri, Senin (28/8), tembaga akan bergerak di rentang US$ 6.800-US$ 6.650 per metrik ton. Sepekan, tembaga akan berada pada kisaran US$ 6.900-US$ 6.500 per metrik ton.

Source : kontan.co.id