KONTAK PERKASA FUTURES Pemerintah menyadari target megaproyek 35.000 Megawatt (MW) sulit tercapai pada 2019. Meski begitu, pemerintah memiliki cara untuk tetap bisa melistriki desa-desa terpencil yang hingga saat ini belum mendapatkan pasokan listrik dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Secara nasional, pemerintah telah menghitung ada sekitar 2.500 desa yang belum mendapatkan pasokan listrik. Swasta, Koperasi, dan BUMD pun diharapkan mau membangun sistem listrik pedesaan, tanpa harus masuk ke sistem listrik PLN.
Pemerintah telah menyiapkan Peraturan Menteri (Permen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tentang badan usaha swasta yang membangun listrik desa. Saat ini Permen tersebut sudah diteken menteri dan dalam proses legalisasi di Kementerian Hukum dan HAM.

Alihuddin Sitompul, Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan ESDM bilang, dalam Permen tersebut pemerintah mendorong swasta, koperasi, BUMD untuk berbisnis dan berperan serta dalam penyediaan listrik skala kecil dengan cara memanfaatkan energi yang ada di wilayah tersebut seperti membangun PLTS, PLTMH, dan pembangkit listrik hybrid.

Dalam satu kecamatan, Alihuddin menghitung, hanya membutuhkan kapasitas pembangkit listrik dengan daya maksimal 50 Megawatt (MW). Nantinya swasta bisa langsung menyalurkan listriknya kepada masyarakat dan menetapkan tarif listrik sendiri tanpa bekerjasama dengan PLN.

“Di situ swaasta akan berlaku seperti PLN mini. Jadi bangun pembangkit sendiri, salurkan sendiri, hitung sendiri untung ruginyanya,” kata Alihuddin pada Selasa (29/11).

Jika nanti tarif listrik terlalu tinggi bagi masyarakat, maka pihak swasta bisa meminta subsidi kepada pemerintah. Subsidi ini pun menjadi salah satu insentif yang diberikan pemerintah agar pihak swasta, koperasi, dan BUMD mau membangun sistem listrik di 2.500 desa.

Sebetulnya, model sistem listrik yang dibangun oleh swasta ini bukanlah hal yang baru. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Jarman bilang, sistem ini sudah diterapkan di Pelalawan, Riau, yang dibangun oleh BUMD setempat yaitu PD Tuah Sekata dan telah mampu melistrik 6.000 pelanggan.