KONTAK PERKASA FUTURES – Harga emas global dunia tampak tertekan pada transaksi jual beli pada hari Senin 29 Agustus. Berdasarkan data yang didapat oleh CNBC, pada pukul 13.00 waktu daerah Singapura, harga emas di pasar spot juga mengalami penurunan sebesar 0,25% menjadi berada di level US$ 1.317,60 per troy ounce. Sepanjang minggu lalu, harga emas sempat mencatatkan penurunan hingga mencapai 1,5%.

Sementara itu harga kontrak emas mengalami penurunan hingga 0,41% menjadi berada di level US$ 1.320,40 per troy ounce.

Harga emas menjadi tertekan setelah dollar AS mendapatkan kembali keperkasaannya akibat pernyataan hawkish sejumlah petinggi The Federal Reserve, yang di mana terdapat kemungkinan suku bunga acuan AS akan kembali dikerek pada bulan depan.

“Kami menilai, tekanan yang terjadi terhadap emas akan meningkat terutama saat memasuki bulan September ini, karena adanya perkiraan mengenai kenaikan suku bunga pasca pertemuan Jackson Hole pada hari Jumat lalu,” INTL FCStone analyst Edward Meir.

Seperti yang sudah diketahui, pergerakan dari emas memang sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga acuan. Penyebabnya adalah, hal itu akan mendongkrak dollar AS.

Menurut analis teknikal yaitu Wang Tao seperti yang dilansir dari Reuters, harga emas spot akan mengalami penurunan ke level support di level US$ 1.308 per troy ounce, sesuai dengan yang terlihat pada pola gelombang dan analisis rasio Fibonacci.

Source : kontan.co.id