PT KONTAK PERKASA FUTURES –¬†Meningkatnya situasi ketidakpastian di pasar global menjadi alasan utama investor harus cermat menginvestasikan asetnya. Pilihan utama yang terpikirkan saat kondisi pasar seperti ini, tentunya melirik aset save haven atau lindung nilai, seperti emas, dollar AS, Yen Jepang, hingga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM, anggota indeks Kompas100 ini).

Sekedar mengingatkan, dalam pertemuannya dengan DPR AS Gubernur Bank Sentral AS (The Fed) Jerome Powell secara jelas menunjukkan sinyal bahwa pihaknya bakal memangkas suku bunga acuannya (FFR) di akhir Juli.

Hal ini berkaca dari perkembangan negosiasi Perang Dagang AS dan China yang belum kelihatan ujungnya, serta inflasi AS yang cenderung rendah.

Namun, usai situasi menunjukkan sinyal tersebut, data inflasi AS justru tumbuh di atas ekspektasi pasar ke level 0,1% di Juni 2019. Namun, pasar cenderung masih optimistis The Fed tetap akan memangkas suku bunga acuannya di akhir bulan ini. Selain itu, indeks harga konsumen inti juga tercatat tumbuh menjadi 0,3%.

Analis Finex Berjangka Nanang Wahyudi mengatakan, saat situasi kondisi pasar seperti ini pilihan investasi di safe haven jadi lebih menarik, khususnya di emas. Bahkan Nanang meyakini harga emas bisa tembus ke level US$ 1.500 per ons troi (XAU/USD).

Asal tahu saja, menurut data Bloomberg Sabtu (13/7) harga emas spot emas berada di level US$ 1.415,75 per ons troi atau sudah naik 0,85% dari perdagangan sebelumnya.

“Jelang The Fed Meeting, pasar saat ini sudah memperkirakan bahwa The Fed bakal memangkas suku bunga. Sekarang tinggal menantikan berada besaran yang akan dipangkas,” kata Nanang kepada Kontan.co.id, Jumat (12/7).

Menurutnya, peluang harga emas di global spot ke depannya masih akan melanjutkan kenaikan. Ini berkaca dari pergerakan emas di akhir Juni 2019 yang masih mempertahankan level support US$ 1.367,19 per ons troi, sedangkan untuk level resistance di rentang US$ 1.437,50 per ons troi.

Sehingga, Nanang merekomendasikan buy emas untuk saat ini, dengan perkiraan harga emas hingga akhir tahun bisa menguji level US$ 1.486,75 per ons troi dan US$ 1.500 per ons troi.

Investor juga bisa mulai masuk ke emas Antam, yang mana pergerakan harganya dianggap lebih stabil ketimbang emas di pasar spot.

“Itu dengan mempertimbangkan data inflasi dan data ketenagakerjaan AS sebelumnya yang lebih baik dari perkiraan. Mengingat kedua data tersebut menjadi kunci utama The Fed untuk mempertimbangkan keputusannya memangkas FFR,” jelas Nanang.

Sedangkan untuk safe haven dalam bentuk valuta asing (valas), Nanang menilai masih cukup berisiko, seiring beragamnya sentimen lokal. Ini termasuk kebijakan moneter dari masing-masing Bank Sentral, sehingga bisa mempengaruhi pergerakan mata uang itu sendiri.

Source : kontan.co.id