KONTAK PERKASA FUTURES – Salah satu trend investasi yang sekarang sedang naik daun di Indonesia adalah franchise atau sering disebut dengan bisnis waralaba. Secara awam, waralaba dapat didefinisikan sebagai bisnis yang memberikan hak kepada pihak mandiri untuk menjual produk, bisa berupa  barang atau jasa milik sebuah perusahaan dengan merk dagang yang telah terkenal dengan perjanjian yang telah disetujui kedua belah pihak. Bisnis ini sangat cocok bagi pengusaha pemula karena dengan mitra perusahaan yang telah kokoh, yaitu memiliki jaringan yang kuat dan luas, juga merk dagang yang telah dikenal, resiko kegagalan bisnis dapat ditekan seminim mungkin.

Bagi perusahaan pemberi waralaba atau franchisor, sistem ini juga menjadi alat pemasaran yang menguntungkan karena bisa melakukan ekspansi produk secara efektif tanpa membuka cabang yang biasanya disertai keruwetan manajemen dan biaya yang besar. Selain itu, perusahaan franchisor juga akan mendapatkan royalty dari franchisee (pihak yang membeli waralaba) sesuai dengan ketetapan dalam perjanjian.

 

Pembagian keuntungan

Setelah seorang pengusaha memutuskan untuk membeli bisnis waralaba, maka dia harus membayar initial fee kepada perusahaan yang bersangkutan, sebagai harga untuk mendapatkan merk, sistem bisnis, dan memproduksi produk franchisor, pelatihan, peralatan, dan sebagainya. Harga initial fee ini bermacam-macam, mulai dari 10 juta hingga 1 Milyar rupiah tergantung dari besar kecilnya perusahaan pemberi waralaba. Semakin besar dan terkenal perusahaan franchisor tentu harga jual waralabanya akan semakin tinggi.

Setelah pihak franchisee mulai menjalankan usahanya secara teratur, maka dia berkewajiban membayar royalty, yaitu persentase penjualan dengan jumlah dan waktu yang telah disepakati, misalnya, mingguan, bulanan, atau tahunan. Kisaran royalty  yang dibayarkan biasanya antara 5% hingga 15% dari seluruh pendapatan kotor. Kerja sama bisnis waralaba ini akan menguntungkan bagi kedua belah pihak, karena franchisor akan mengawasi dan mengusahakan franchiseenya sukses karena keuntungan yang didapatkan  oleh pembeli waralaba juga berarti laba bagi perusahaan induk.

 

Sistem bisnis lisensi

Bisnis dengan sistem lisensi sebenarnya berkembang lebih dahulu di Indonesia sebelum bisnis waralaba, yaitu dimulai pada tahun 1950-an. Dengan sistem bisnis ini, sebuah perusahaan memberikan hak kepada pihak mandiri untuk menggunakan merk dagang dari perusahaan yang bersangkutan untuk menjual produk pemberi lisensi di suatu daerah tertentu dengan pembagian keuntungan yang telah disepakati kedua belah pihak. Dengan sistem bisnis lisensi, pengusaha yang mendapatkan lisensi hanya berhak menjual produk saja tanpa bisa memproduksi produk dari perusahaan pemberi lisensi. Setelah sistem lisensi muncul di Indonesia, kemudian berkembang sistem bisnis lisensi plus atau yang dikenal dengan franchise yang memperbolehkan pengusaha pembeli lisensi untuk memproduksi barang  dari pemberi merk dagang.

 

Berbagai macam merk waralaba di Indonesia

Di Indonesia berkembang berbagai merk waralaba baik dari dalam maupun luar negeri. Untuk merk dagang yang telah mendunia tentu initial fee yang harus dikeluarkan oleh pengusaha pembeli waralaba ini juga lebih besar, karena lebih bonafide dengan pasar yang luas. Sedangkan merk waralaba lokal, cocok bagi pengusaha pemula yang bermodal tidak terlalu besar dan belum berpengalaman dalam dunia bisnis. Merk waralaba dari luar negeri misalnya  adalah, restoran siap saji McDonald, KFC, Pizza Hut, dan sebagainya. Dalam bidang pendidikan adalah kursus bahasa Inggris English First (EF), dan ILP. Merk dagang Indonesia yang juga menetapkan sistem bisnis waralaba adalah Ayam Bakar Wong Solo, Steak and Shake, Primagama, dan sebagainya.