KONTAK PERKASA FUTURES – Pasar saham Asia reli di tengah peningkatan harga komoditas. Pelaku pasar yakin sejumlah bank sentral negara bersama kekuatan ekonomi besar dapat menambah stimulus moneter. Sinyal

Mengambil dari Reuters, Senin (4/7), Indeks MSCI Asia Pacific menguat 0,8%, setelah rebound sejumlah 3,5% pada minggu lalu. Bursa Asia melaju seiring meningkatnya harga komoditas mentah, mulai dari minyak mentah, emas sampai nikel.

Data Bloomberg menampilkan, indeks Nikkei 225 ditutup meningkat 0,60% menjadi 15.775. Lalu, indeks Hang Seng menguat 1,27% menjadi 21.059, indeks Shanghai bahkan menguat 1,91% menjadi 2.988,6. Lalu, indeks Kospi naik 0,40% menjadi 1.995,3 dan indeks Australia S&P/ASX 200 reli 0,67% menjadi 5.281,78.

Pasca referendum Inggris yang memenangkan kubu British Exit (Brexit), pelaku pasar berspekulasi, otoritas moneter di Eropa dan Jepang mungkin menambah guyuran stimulus. Hal tersebut sekaligus meredam perkiraan kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) untuk tahun ini. Sinyal

Pasar saham global berhasil bangkit pada pekan lalu, peningkatan terbesar dalam empat bulan terakhir. Penyebabnya, pembuat kebijakan di seluruh dunia berupaya meyakinkan investor jika mereka akan mengambil langkah-langkah untuk membatasi kejatuhan ekonomi pasca Brexit, serta memastikan pasar keuangan terus berfungsi.

Seperti diketahui, pasar global ambruk setelah referendum menetapkan Inggris keluar dari Uni Eropa tanggal 23 Juli lalu. Hal tersebut adalah kejatuhan terendah setidaknya sejak 2008 silam. Sinyal

“Potensi peningkatan likuiditas dari bank sentral telah membantu pasar saham tenang,” kata Nicholas Teo, ahli strategi trading KGI Fraser Securities seperti dilansir Bloomberg, Senin (4/7). Sinyal

Meski begitu, dia mencatat, masih ada banyak ketidakpastian di luar sana dengan ekonomi China masih melambat, pemulihan AS belum stabil, dan perpecahan Uni Eropa-Inggris. Volatilitas akan tetap tinggi. “Volatilitas akan tetap tinggi,” imbuh Teo.

Source : kontan.co.id