PT KONTAK PERKASA FUTURES – Koreksi harga emas diperkirakan masih akan berlanjut pada perdagangan Kamis (15/3). Mayoritas indikator teknikal mengisyaratkan terjadinya pelemahan. Bahkan sejumlah analis melihat ada peluang logam mulia bisa tertekan sampai pekan depan.

“Saat ini indikator teknikal sudah menunjukkan koreksi,” ujar Faiysal, analis PT Monex Investindo Futures kepada Kontan.co.id, Rabu.

Menurutnya, saat ini, harga sudah menembus di bawah garis moving average (MA) 50, MA 100 dan MA 200, yang mengindikasikan pelemahan. Begitu juga dengan indikator stochastic bergerak turun ke level 77,79 dan indikator relative strength index (RSI) turun ke level 44,90. Hanya moving average convergence divergence (MACD) yang mengindikasikan penguatan karena berada di area positif.

Kata Faisyal, apabila data penjualan eceran AS bulan Februari benar-benar sesuai perkiraan positif, maka itu bisa mendorong penurunan harga. Pada Kamis (15/3), pergerakannya akan berada di kisaran US$ 1.317-US$ 1.330 per ons troi. Sementara, sepekan emaas diproyeksikan masih akan tertekan di rentang US$ 1.305-US$ 1.350 per ons troi.

“Sampai pekan depan masih wait and see menanti pertemuan FOMC,” imbuhnya.

Alwi Asegaff, analis PT Global Kapital Investama Berjangka juga meramalkan harga emas akan tertekan di kisaran US$ 1.315- US$ 1.332 per ons troi pada Kamis. Sepekan, diperkirakan emas melandai antara US$ 1.312-US$ 1.340 per ons troi.

“Emas masih konsolidasi menanti pertemuan FOMC,” ujarnya.

Mengutip Bloomberg, Rabu (14/3) pukul 16.00 WIB, harga emas kontrak pengiriman April 2018 di Commodity Exchangeturun 0,16% ke level US$ 1.325 per ons troi. Jika dibandingkan sepekan sebelumnya, emas turun sekitar 0,2%.

Source : kontan.co.id