KONTAK PERKASA FUTURES – Demi menghindari investasi bodong, edukasi harus gencar. Maka, Jakarta Futures Exchange atau Bursa Berjangka Jakarta, PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) dan PT Rifan Financindo Berjangka menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan Universitas Sriwijaya (Unsri) pada Jumat (13/10). Kerjasama  ini menghasilkan suatu wadah edukasi bernama Futures Trading Learning Center (FTLC).

Wadah ini adalah pusat kegiatan pembelajaran dan pemahaman dini perihal industri perdagangan berjangka komoditi bagi mahasiswa maupun staf pengajar. FTLC menyelenggarakan ragam kegiatan yang bersifat edukatif yang  praktis, seperti kuliah umum, seminar/lokakarya, kompetisi online trading, kompetisi penulisan artikel, hingga proposisi subjek mata kuliah perdagangan berjangka komoditi ke dalam kurikulum kampus. MoU ditandatangani  Rektor Unsri Anis Saggaff, Dirut BBJ Stephanus Paulus Lumintang, Plt Dirut Kliring Berjangka Indonesia Fajar Wibhiyadi dan Direktur Utama Rifan Financindo Berjangka Ovide Decroli serta disaksikan Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan  Bachrul Chairi.

Unsri menyediakan infrastruktur berupa ruangan FTLC.. Sementara perangkat infrastruktur pendukung disediakan oleh Rifan Financindo Berjangka, termasuk sumbangan literatur berupa buku tentang perdagangan berjangka ditambah dengan kegiatan edukasi regular ke pos FTLC yang melansir sejumlah staf pengajaruntuk menyampaikan informasi, trading knowledge, know-how serta best practices perdagangan berjangka komoditi.  “Kemitraan strategis antara kampus dan Industri akan menghasilkan sinergi yang positif bagi industri perdagangan berjangka komiditi secara khusus dan perekonomian secara umum,” terang Bachrul, dalam rilis, Minggu (15/10).

Laboratorium FTLC sesuai dengan konsep kampus modern saat ini. “Yakni menempatkan komposisi 30% untuk praktik lapangan yang diberikan langsung oleh praktisi hingga pemangku kebijakan,” tegas Anis. Unstri merupakan kampus yang ke-20  yang memiliki wadah FTLC. “Selanjutnya FTLC juga akan dibuka di beberapa kampus negeri dan swasta di Surabaya, Jakarta dan Bali. Target sepanjang tahun 2017 adalah sebanyak 22 FTLC” ungkap Paulus

Chief Business Officer PT Rifan Financindo Berjangka Teddy Prasetya berharap, dunia pendidikan dapat mengenal dan memahami tentang industri perdagangan berjangka komdoditi, sehingga banyak SDM  kampus yang turut serta membesarkan industri ini.  “Kami percaya SDM adalah aset utama pertumbuhan suatu industri. Ke depan diharapkan lebih banyak peran para mahasiswa, sarjana dan pasca sarjana yang menulis dan melakukan penelitian di bidang ini,” imbuhnya.

Source : kontan.co.id