KONTAK PERKASA FUTURES – Menjelang dilangsungkannya pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC), pelaku pasar perlu berhati-hati dalam menanamkan investasi, termasuk dalam komoditas emas. Berikut tips investasi emas dari sejumlah analis.

Deddy Yusuf Siregar, analis PT Asia Tradepoint Futures menyarankan investor yang mencari keuntungan jangka pendek, sebaiknya menunda pembelian emas untuk saat ini. Pembelian lebih baik dilakukan setelah kepastian Bank Sentral Amerika Serikat (AS) menaikkan suku bunga acuan.

“Kalau untuk investasi jangka panjang sebenarnya enggak pengaruh,” paparnya kepada Kontan.co.id, Selasa.

Jika melakukan pembelian emas Antam sekarang, investor jangka panjang masih bisa memanfaatkan volatilitas harga menjelang pertemuan The Fed. Sedangkan untuk yang sudah mengantongi kepemilikan emas, sebaiknya ditahan dulu. “Selama harga emas spot belum berada di bawah US$ 1.300 per ons troi, harga masih tetap bullish,” tutur Deddy.

Menurutnya, jika pada kuartal II-2018, harga emas spot bisa menembus level US$ 1.365 per ons troi, maka emas Antam juga bisa terangkat ke level Rp 650.000 per gram. Kemudian harga jual kembali alias buyback bisa ke level Rp 600.000 per gram.

Alwy Assegaf, analis PT Global Kapital Investama Berjangka mengatakan, saat ini harga sudah terlalu tinggi untuk investor pemula. Sebaiknya untuk masuk ke investasi emas, investor menunggu harga turun ke kisaran Rp 625.000 per gram.

“Kalau yang sudah ada, sebaiknya ditahan karena tren masih naik,” imbuhnya.

Ia meyakini harga emas global masih berpeluang terus menguat. Permintaan emas sebagai aset lindung nilai diperkirakan akan terus menopang laju emas Antam. Kata Alwy, sampai akhir semester I-2018, harga emas spot bisa mencapai US$ 1.375 per ons troi.

Meski masih dalam tren positif, pergerakan harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tetap dibayangi rencana kenaikan suku bunga acuan The Federal Reserves. Jika suku bunga dinaikkan, maka dollar AS akan turut menguat, sehingga menyebabkan kejatuhan emas di pasar global. Analis memperkirakan hal itu juga bisa berdampak pada pergerakan harga emas Antam.

“Kalau misalnya emas spot turun tajam ini akan berpengaruh ke emas Antam,” ujar Alwi Assegaf, analis PT Global Kapital Investama Berjangka kepada Kontan.co.id, Selasa.

Hanya saja, kata Alwi, kejatuhannya tidak akan terlalu dalam, karena pasar sudah melakukan antisipasi sejak jauh hari. Ia melihat masih ada penahan kejatuhan harga emas di pasar global. Penentunya adalah berapa kali kenaikan suku bunga akan dilakukan tahun ini. Kalau kenaikan suku bunga hanya akan dilakukan tiga kali, maka harga emas bisa berbalik menguat.

Sementara, Deddy Yusuf Siregar, analis PT Asia Tradepoint Futures melihat, saat ini pasar masih menanti pernyataan yang akan disampaikan oleh Ketua The Fed, Jerome Powell mengenai kebijakan Bank Sentral selanjutnya dan prospek ekonomi AS. Kalau ternyata itu direspons positif bisa jadi rupiah akan melemah dan emas Antam akan melambung.

“Kalau rupiah menyentuh level Rp 13.800, maka harga emas Antam akan melonjak,” katanya.

Namun ketika suku bunga acuan diumumkan, besar kemungkinan harga emas akan melemah sesaat. Menurut Deddy, selama harga emas Antam belum mampu menembus level Rp 645.000 per gram, maka ada peluang dalam waktu dekat harganya akan terkoreksi.

Mengutip situs www.logammulia.com pada Selasa (20/3), harga jual emas Antam tercatat naik 0,31% ke level Rp 643.000 per gram dan harga jual kembali alias buyback menguat 0,35% menjadi Rp 573.000 per gram.

Source : kontan.co.id