PT KONTAK PERKASA FUTURES Prospek investasi koin emas dinilai masih jadi pilihan menarik. Bahkan salah satu produsen koin emas yakni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengklaim bahwa permintaan logam mulia termasuk koin emas masih mengalami kenaikan.

Direktur Niaga atau Pemasaran Antam Aprilandi Hidayat Setia menjelaskan bahwa saat ini perusahaan produsen emas tersebut menjual koin emas standar yang dikenal dengan Dinar. Ada juga koin perak standar yang dinamakan Dirham.

“Saat ini prospeknya (koin emas) masih bagus, ditandai dengan adanya permintaan dari pelanggan logam mulia,” jelas Aprilandi kepada Kontan, Jumat (2/8).

Adapun permintaan Dinar saat ini, cenderung dimanfaatkan pembeli sebagai alat investasi atau simpanan, mahal dan juga collectable item atas produk logam mulia tematik dengan aspek religi di dalamnya. Apalagi pergerakan harga Dinar pada dasarnya mengikut harga emas dunia, sehingga saat harga emas naik, harga Dinar pun akan mengikuti.

“Sebagai item produk logam mulia non batangan, Dinar dikenakan PPn 10%. Antam saat ini sudah mengeluarkan empat denominasi Dinar dengan berat mulai dari 1,06 gram hingga 8,50 gram,” paparnya.

Meskipun permintaan diklaim terus menanjak, Aprilandi mengatakan bahwa pihaknya belum berencana untuk mengeluarkan seri koin emas terbaru. Bagi investor yang ingin berinvestasi koin emas, saat ini bisa memesan dengan bentuk customize atau sesuai permintaan pelanggan.

“Sementara ini denominasi 1 Dinar (4,25 gram) masih jadi pilihan terbanyak, dengan kalangan pembeli dari berbagai generasi,” tandasnya.

Prospek investasi koin emas dinilai masih jadi pilihan menarik. Bahkan salah satu produsen koin emas yakni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengklaim bahwa permintaan logam mulia termasuk koin emas masih mengalami kenaikan.

Direktur Niaga atau Pemasaran Antam Aprilandi Hidayat Setia menjelaskan bahwa saat ini perusahaan produsen emas tersebut menjual koin emas standar yang dikenal dengan Dinar. Ada juga koin perak standar yang dinamakan Dirham.

“Saat ini prospeknya (koin emas) masih bagus, ditandai dengan adanya permintaan dari pelanggan logam mulia,” jelas Aprilandi kepada Kontan, Jumat (2/8).

Adapun permintaan Dinar saat ini, cenderung dimanfaatkan pembeli sebagai alat investasi atau simpanan, mahal dan juga collectable item atas produk logam mulia tematik dengan aspek religi di dalamnya. Apalagi pergerakan harga Dinar pada dasarnya mengikut harga emas dunia, sehingga saat harga emas naik, harga Dinar pun akan mengikuti.

“Sebagai item produk logam mulia non batangan, Dinar dikenakan PPn 10%. Antam saat ini sudah mengeluarkan empat denominasi Dinar dengan berat mulai dari 1,06 gram hingga 8,50 gram,” paparnya.

Meskipun permintaan diklaim terus menanjak, Aprilandi mengatakan bahwa pihaknya belum berencana untuk mengeluarkan seri koin emas terbaru. Bagi investor yang ingin berinvestasi koin emas, saat ini bisa memesan dengan bentuk customize atau sesuai permintaan pelanggan.

“Sementara ini denominasi 1 Dinar (4,25 gram) masih jadi pilihan terbanyak, dengan kalangan pembeli dari berbagai generasi,” tandasnya.

Munculnya beragam investasi logam mulia, membuat Artis yang juga pembawa acara Novita Angie menjatuhkan pilihannya pada koin emas. Selain bentuknya yang lebih menarik, nilai aset koin emas juga setara dengan pergerakan harga emas global.

“Aku juga baru mulai dan baru tahu ada investasi koin emas dengan pembelian secara online. Sekarang aku sudah mulai beli dikit-dikit,” kata wanita yang kerap disapa Angie saat ditemui Kontan.co.id, Jumat (2/8).

Berawal dari kegemarannya berinvestasi emas, semula ibu dari dua orang anak ini lebih kerap berbelanja emas secara konvensional. Dia juga suka mendapatkan limpahan dari orang tua dan mertua berupa lempengan emas jaman dulu, yang menurutnya secara bentuk kurang menarik dijadikan aset investasi.

“Tapi kalau koin emas dengan berbagai seri, ada yang gambar rumah Padang dan masjid Lombok jadi lebih menarik untuk dijadikan investasi. Lebih eksklusif rasanya,” ungkapnya.

Alasan lain yang membuat Angie lebih memilih berinvestasi koin emas, selain emas yang digunakan 24 karat, cara pembeliannya pun lebih mudah atau bisa dilakukan secara online. Bahkan, dibandingkan jajan kopi kekinian, Angie mengaku lebih memilih jajan koin emas, mengingat harga yang ditawarkan minimal berkisar Rp 20.000 per 0,03 gram, di platform jual beli emas Treasury.

Ditambah lagi, dengan berinvestasi koin emas secara online investor bisa melakukan penjualan dan pencetakan kapanpun, intinya selama nilai investasi sudah mencukupi. Angie juga memilih berinvestasi koin emas secara online cenderung lebih aman.

“Investasi koin emas jadi berasa lebih eksklusif dan terkadang lebih cantik dan lebih gampang. Jadi aku prefer investasi koin emas saat ini, apalagi bentuknya lucu-lucu,” pungkasnya.

Source : kontan.co.id