Harga minyak dunia saat ini berada pada posisi tertingginya dalam jangka satu bulan terakhir pada saat penutupan transaksi perdagangan hari Senin (15/8). Data yang didapat dari CNBC menampakkan, semalam harga minyak Brent tercatat meningkat 2,92% menjadi berada di level US$ 48,33 per barel.

KONTAK PERKASA FUTURES –¬†Sekedar informasi bagi para pedagang, harga minyak Brent sudah meningkat sekitar 10% secara kumulatif selama tiga sesi terakhir. Sejak awal bulan Agustus lalu, peningkatannya sudah mencapai 13%.

Sementara itu di sisi lain, semalam harga harga minyak WTI berakhir dengan lompatan 2,81% menjadi berada di level US$ 45,74 per barel. Harga minyak WTI sudah meningkat sekitar 10% dalam sebulan terakhir.

Naiknya semalam harga minyak tersebut terjadi seiring semakin gencarnya prediksi mengenai aksi para produsen minyak dunia dalam menunjang harga di tengah suplai yang meningkat tajam.

Sebagai pengingat kembali, para anggota OPEC akan mengadakan pertemuan informal pada sela-sela acara International Energy Forum yang diselenggarakan di Algeria pada tanggal 26-28 September 2016 yang akan datang.

“Walaupun masih kecil kemungkinan adanya aksi yang nyata dari para anggota OPEC tentang pemangkasan produksi, akan tetapi isu-isu pertemuan selama lima pekan yang akan datang cukup ampuh untuk menahan harga minyak agar tidak jatuh pada kisaran US$ 45 per barel, paling tidak pada dua pekan terakhir bulan ini,” demikian yang dijelaskan Jim Ritterbusch, oil market consultancy Ritterbusch & Assocates.

Selain itu, data yang didapat dari Genscape memperkirakan adanya penarikan cadangan minyak yang jumlahnya lebih dari 350.000 barel pada titik pengiriman Cushing, Oklahoma AS pada minggu lalu. Hal tersebut  juga menambah sentimen bullish untuk minyak.

Source : kontan.co.id