PT KONTAK PERKASA FUTURES BANDUNG – Sektor Finansial. Bursa AS ditutup dengan wajah beragam pada transaksi kemarin malam (16/11). Data yang dihimpun CNBC menunjukkan, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,29% menjadi 18.868,14. Saham JPMorgan Chase mencatatkan penurunan terbesar. Sedangkan saham Apple menjadi saham dengan kenaikan tertinggi.

Indeks S&P 500 turun 0,16% menjadi 2.176,94. Sektor finansial mengalami tekanan terdalam dengan penurunan 1% lebih. Sedangkan sektor teknologi informasi merupakan sektor dengan kenaikan terbesar.

Adapun indeks Nasdaq naik 0,36% menjadi 5.294,58.

Jumlah saham yang naik hampir sama dengan jumlah saham yang turun di New York Exchange. Volume transaksi perdagangan tadi malam melibatkan 875,8 juta saham dan volume transaksi gabungan sebanyak 3,757 miliar saat penutupan market.

Menurut Mike Bailey, director of research FBB Capital Partners, kenaikan pasar saham AS tidak akan berlangsung selamanya. “Saat ini investor mengambil napas sejenak untuk mempertimbangkan dampak jika suatu kebijakan diterapkan,” paparnya.

Sekadar informasi, tiga indeks acuan Amerika sudah melonjak lebih dari 2% sejak Donald Trump mengalahkan Hillary Clinton dalam pemilihan presiden AS. Kenaikan indeks AS tersebut dipicu oleh prospek penerapan kebijakan ekonomi yang lebih berorientasi pada pertumbuhan dari Trump, termasuk kenaikan anggaran belanja infrastruktur dan deregulasi sektor finansial.

“Kenaikan pada pasar saham merupakan kombinasi dari optimisme akan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dan rasa lega bahwa pemilu sudah berakhir,” kata Kate Warne, investment strategist Edward Jones.

Source : kontan.co.id