KONTAK PERKASA FUTURES – Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Aneka Tambang (ANTM) pada Senin (14/1) sedang mencapai Rp 660.000 masih stagnan dengan harga Jumat kemarin. Di sisi lain pada hari ini pasar emas spot menguat di level US$ 1.293 per ons troi dari penutupan pekan lalu di US$ 1.290 per ons troi.

Analis, Central Capital Futures, Wahyu Tribowo Laksono mengatakan koreksi harga emas Antam wajar terjadi karena pelaku pasar kembali membeli rupiah yang trennya sedang menguat terhadap dollar Amerika Serikat (AS).

Tapi perlu diingat, harga emas Antam sedang naik saat rupiah melemah. Support bisa datang dari sentimen emas global menunjukan ke arah rebound seiring tren pelemahan dollar AS belakangan ini.

Masalahnya perang dagang AS dan China sepertinya akan menuju ke arah yang positif pada kuartal I ini. Terlebih pada akhir bulan ini akan ada pertemuan kembali kedua belah pihak.

Hal tersebut mengindikasikan dollar AS sedikit terapresiasai. “Orang ramai-ramai beli dollar AS di saat yg sama membeli emas Antam,” kata Wahyu kepada Kontan.co,id, Senin (14/11).

Menurutnya emas Antam dan emas global terhadap rupiah cenderung naik dari tahun ke tahun. Setidaknya dalam tiga tahun terakhir. “Artinya pelemahan emas Antam bisa terbatasi dan masih lebih menjanjikan untuk dibeli saat harga sudah membaik nanti,” tutur Wahyu (14/1).

Wahyu memprediksi pada kuartal I 2019 emas Antam berada di kisaran harga Rp 650.000-Rp 680.000 per gram dengan tren bullish. Sementara sampai dengan akhir tahun 2019 emas Antam bisa jadi menyentuh Rp 700.000 per gram denga rentang Rp 580.000-Rp 750.000 per gram.

Source : kontan.co.id