PT KONTAK PERKASA – Di tengah kenaikan tingkat yield global, saham-saham teknologi Amerika Serikat dilanda aksi jual. Kondisi ini membuat pasar saham AS tak bertenaga pada penutupan transaksi tadi malam, Kamis (6/7).

Data yang dihimpun CNBC menunjukkan, indeks Dow Jones Industrial Average mencatatkan penurunan 158,1 poin atau 0,74% menjadi 21.320,04. Saham-saham yang penurunannya berdampak negatif pada indeks ini antara lain: UnitedHealth, Walt Disney, 3M, dan Apple.

Sementara, indeks S&P 500 turun 0,94% menjadi 2.409,75 dan indeks Nasdaq tergerus 1% menjadi 6.089,46.

Dalam setiap lima saham yang turun, terdapat satu saham yang naik di New York Stock Exchange. Volume transaksi rata-rata melibatkan 877,77 juta saham dan volume transaksi gabungan mencapai 3,353 miliar saat penutupan market.

Sebelumnya, indeks-indeks utama berhasil meminimalisir penurunan pada transaksi perdagangan siang. Sektor teknologi memangkas kerugian dari sebelumnya 1% lebih menjadi 0,8%.

Sekadar tambahan informasi saja, tingkat yield surat utang luar negeri global masih bertengger di posisi tinggi. Yield obligasi Jerman bertenor 10 tahun menembus level di atas 0,5% untuk kali pertama sejak Januari 2016. Sedangkan yield surat utang AS bertenor 10 tahun naik ke level 2,38%.

Julian Emanuel, UBS equity and derivatives strategist, mengungkapkan melonjaknya yield dapat menyebabkan masalah bagi saham-saham teknologi pada jangka pendek. Tingginya tingkat yield membutuhkan laporan kinerja keuangan yang superior untuk mengerem penurunan. Kondisi ‘penurunan di musim panas’ untuk sektor teknologi dan ‘kemandekan musim panas’ bagi pasar saham global akan terus berlanjut hingga Juli mendatang,” urainya.

Sekadar informasi, saham-saham teknologi AS seperti Facebook, Tesla, Apple, Netflix, dan Alphabet semuanya mencatatkan penurunan. Kondisi ini menyebabkan Technology Select Sector SPDR exchange traded fund melorot 0,9%.

Investor di AS juga fokus pada rilis sejumlah data ekonomi AS. Salah satunya, laporan dari ADP dan Moody’s Analytics yang menunjukkan perekonomian AS mencatatkan penambahan 158.000 lapangan pekerjaan pada bulan lalu. Angka ini lebih rendah dari ekspektasi sebesar 185.000.

Source : kontan.co.id