KontakPerkasa Futures – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka berada dalam tekanan aksi jual, lantaran dalam beberapa pekan belakangan mengalami kenaikan. IHSG dibuka melemah 14 poin atau 0,27 persen menjadi 5.301.

Pagi ini, 54 saham menguat, 33 saham melemah, dan 86 saham stagnan. Membuka perdagangan, telah terjadi transaksi sebesar Rp131,17 miliar dari 139,66 juta lembar saham diperdagangkan.

Analis MNC Securities, Edwin Sebayang, setelah beberapa pekan kemarin mengalami kenaikan, saat ini IHSG sudah mulai stagnan.

“IHSG sekarang dalam posisi mencari level namun masih berpotensi profit taking. Jadi jangan terlalu tergesa-gesa ambil posisi karena market akan masih merosot,” kata dia di acara MNC Power Breakfast, Senin (25/5/2015).

Indeks LQ45 turun 2,2 poin atau 0,4 persen menjadi 477,20, Jakarta Islamic Index (JII) stagnan di 711, indeks IDX30 turun 2,2 poin atau 0,4 persen menjadi 477, dan indeks MNC36 turun 1,6 poin atau 0,56 persen menjadi 289.

Sektor-sektor penggerak IHSG bergerak dua arah, dengan sektor perkebunan, industri dasar, aneka industri dan perdagangan menguat. Sedangkan sektor-sektor yang mengalami pelemahan yakni, sektor konsumsi keuangan, infrastruktur, manufaktur, tambang dan properti melemah.

Di Asia, indeks Nikkei naik 134 poin atau 0,6 persen ke 20.399, indeks Hang Seng menguat 469 poin atau 1,7 persen ke 27.992, dan indeks Straits Times naik tipis ke 3.451

Adapun saham-saham yang masuk dalam jajaran top gainers, antara lain saham PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) naik Rp250 ke Rp6.175, saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp125 ke Rp14.925, dan saham PT Unliver Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp75 ke Rp43.850.

Sedangkan saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun Rp200 menjadi Rp12.400, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun Rp225 menjadi Rp11.200, dan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun Rp75 menjadi Rp14.275.

 

Sumber