Bursa saham Wall Street di Amerika Serikat (AS) berakhir negatif pada perdagangan Rabu. Tertekan turunnya saham energi akibat harga minyak yang turun lebih dari 3%.

KONTAK PERKASA FUTURES – Indeks harga saham S&P 500 tercatat mengalami penurunan selama bulan Agustus ini, berarti hal ini adalah pertama kalinya sejak bulan Februari yang lalu, S&P bergerak negatif selama sebulan penuh.

Sementara di lain pihak, data yang ada memperlihatkan terdapat 177.000 lapangan kerja yang tercipta yang berasal dari sektor swasta selama bulan Agustus. Hal ini sesuai ekspektasi pasar, dan tentu saja makin memperkuat rencana kenaikan suku bunga acuan yang akan dilakukan oleh Federal Reserve (The Fed).

“Kita juga memiliki data kuat yang lain, hal ini akan memberikan sinyal bahwa The Fed akan menaikan suku bunga pada bulan September ini,” kata Analis, yaitu Kim Forrest, dikutip dari Reuters, Kamis (1/9/2016).

Pada perdagangan hari Rabu (31/8/2016), indeks Dow Jones mengalami penurunan 53,42 poin (0,29%) menjadi berada di level 18.400,88. Indeks S&P 500 mengalami penurunan 5,17 poin (0,24%) menjadi berada di level 2.170,05. Indeks Nasdaq Composite mengalami penurunan 9,77 poin (0,19%) menjadi berada di level 5.213,22.

Ada sebanyak 6,92 miliar lembar saham yang diperjualbelikan. Di atas rata-rata transaksi harian, yaitusebanyak 5,98 miliar lembar dalam 20 hari terakhir ini.

Source : detik.com