KontakPerkasa Futures – Saham Asia melemah, dipimpin oleh Jepang, menyusul aksi jual di saham AS dan Eropa pada hari Jumat minggu lalu. Logam naik dengan dolar Australia setelah China meningkatkan stimulus, memotong rasio persyaratan cadangan bagi perbankan di tengah perlambatan ekonomi.

Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,3% pada pukul 09:20 pagi di Tokyo, setelah indeks Topix Jepang turun ke dua minggu terendah. Indeks Standard & Poor 500 berjangka naik 0,2% setelah penurunan 1% dalam indeks saham global MSCI pada hari Jumat. Dolar Aussie menguat 0,4% dengan Dolar Selandia Baru, sementara tembaga dan nikel naik lebih dari 1%, emas juga naik 0,2%. Minyak mentah naik untuk ketujuh kalinya dalam delapan hari terakhir.

China mengumumkan pada hari Minggu kemarin pemotongan terbesar untuk jumlah kreditur yang harus disisihkan sebagai cadangan sejak krisis keuangan global, setelah data pekan lalu menunjukkan pertumbuhan ekonomi terbesar di Asia tersebut telah melambat setidaknya dalam enam tahun terakhir. Langkah ini muncul pasca regulator moneter mengumumkan kebijakan guna mendorong kenaikan saham-saham China, melarang sumber pendanaan untuk margin trading dan mempermudah para short seller untuk berspekulasi terhadap penurunan harga. Data inflasi AS yang solid juga memicu penurunan saham-saham global pada hari Jumat minggu lalu.(frk)

Sumber: Bloomberg