KontakPerkasa Futures – Saham Asia jatuh mengirim indeks acuan regional menuju level terendah dalam satu bulan terakhir, menyusul penurunan ekuitas AS dan seiring kembali dibukanya perdagangan saham di Tokyo pasca libur selama tiga hari.

Indeks MSCI Asia Pacific Index turun sebesar 0,5 persen ke level 151,69 pukul 09:03 di Tokyo. Indeks Topix Jepang merosto sebanyak 0,8 persen sebelum mengupas penurunannya. Indeks regional menuju penurunan mingguan kedua pasca bulan lalu mencapai level tertingginya dalam tujuh tahun terakhir, diikuti oleh saham China yang merosot akibat kekhawatiran kenaikan baru-baru telah berlebihan. Sementara itu, indeks Standard & Poor 500 turun sebesar 0,5 persen pada Rabu kemarin pasca lemahnya data ekonomi AS yang lebih lemah dari perkiraan cukup menambah kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi, sementara obligasi imbal hasil tenor 10-tahun AS naik ke level tertinggi dalam dua bulan terakhir.

Indeks S&P 500 ditransaksikan pada 17,6 kali estimasi laba, pada hari Rabu, dibandingkan dengan 14,5 kali untuk Indeks MSCI Asia Pasifik dan 17,3 kali untuk Indeks Shanghai composite, menurut data yang dihimpun oleh Bloomberg.

Indeks Kospi Korea Selatan turun sebesar 0,4 persen. Indeks NZX 50 Selandia Baru melemah sebesar 0,5 persen. Indeks S&P/ASX 200 Australia terkoreksi sebesar 0,6 persen pasca kemarin anjlok tajam sebesar 2,3 persen, penurunan terbesar dalam dua tahun terakhir. National Australia Bank Ltd dihentikan dari perdagangan pasca bank kreditur mengumumkan rencana untuk menaikkan nilai saham sekitar A$5.5 miliar ($4,4 milyar) dengan rights issue.

Pasar saham di China dan Hong Kong belum dibuka. Kontrak pada indeks Hang Seng Hong Kong tergelincir 0,5 persen di sebagian besar perdagangan terakhir, sementara kontrak pada indeks Hang Seng China Enterprises jatuh sebesar 1,1 persen. (izr)

Sumber: Bloomberg