KontakPerkasa Futures – Saham Asia menguat diikuti saham AS, dengan indeks acuan regional memperluas kenaikan mingguan, seiring saham material dan saham energi tumbuh di tengah menguatnya harga minyak mentah.

Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,4 % ke level 142,14 pukul 09:01 pagi waktu Tokyo, menuju kenaikan sebesar 1,3 % pada pekan ini setelah Reserve Bank of Australia (RBA) memangkas suku bunga ke rekor terendah dan China mengurangi rasio cadangan bank. Bank Sentral Eropa akan memungkinkan mitra Yunani untuk memberikan dana darurat sebesar 59.5 miliar euro ($ 68 miliar) untuk pemberi pinjaman, pejabat bank sentral zona euro terbiasa dengan keputusan tersebut. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka naik 2 % pada hari ini setelah kemarin menguat 4,2 %.

Indeks Topix Jepang naik 0,8 %. Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,2 %. Indeks Australia S & P / ASX 200 menguat 0,4 %. Pasar perdagangan di Hong Kong dan China belum dibuka, sedangkan Selandia Baru ditutup untuk liburan.

Indeks Shanghai Composite kemarin melemah 1,2 % setelah rally sebesar 2,4 %, terkait pemangkasan persyaratan cadangan bank rasio tidak berhasil meredakan kekhawatiran para investor terhadap melambatnya pertumbuhan ekonomi.

Kontrak pada Indeks Standard & Poor 500 sedikit berubah. Indeks saham AS kemarin naik 1 %, pangkas penurunan untuk tahun ini. Sementara itu, minyak mentah kembali rebound dan Pfizer Inc mengumumkan kesepakatan sebesar $ 17 miliar.

Harga minyak mentah mengalami penurunan terbesarnya sejak April 2009 lalu seiring produsen mengurangi pengeluaran untuk menjaga pertumbuhan produksi AS melampaui level 3 dekade tertinggi. Harga minyak mentah bergerak rata-rata $ 1,70 per hari pada tahun ini, naik 92 sen selama 24 hari pertama tahun 2014. (knc)

Sumber : Bloomberg