KONTAK PERKASA FUTURES – Setelah menguat di akhir pekan kemarin, rupiah masih kembali terkoreksi. Ini dampak cemerlangnya data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang diumumkan pada Jumat (5/8).

Di pasar spot Senin (8/8), valuasi rupiah masih terhadap dollar AS tergerus 0,05% ke 13.124 dibandingkan akhir pekan kemarin. Mengacu kurs tengah Bank Indonesia, rupiah terdepresiasi 0,14% ke 13.144.

Resti Afiadinie, Analis Treasure Bank BNI, menjelaskan, pelemahan rupiah terpengaruh sektor tenaga kerja AS. Data tenaga kerja AS bulan Juli naik menjadi 225.000, jauh di atas prediksi analis sebanyak 180.000.

Sinyal positif dari data tersebut membuka spekulasi kenaikan fed fund rate. Koreksi rupiah yang tipis menandakan bahwa kondisi internal Indonesia masih cukup kuat.

“Consumer confidence index Indonesia membaik,” ucap Resti. Pelaku pasar juga mencermati tax amnesty.

Analis PT Cerdas Indonesia Berjangka Suluh Adil Wicaksono menilai, rupiah berada dalam range yang dijaga oleh Bank Indonesia. Hari ini ia menebak, rupiah menguat di 13.100-13.200. Prediksi Resti, rupiah sideways di 13.120–13.170.

Source : kontan.co.id