PT KONTAK PERKASA FUTURES – Posisi rupiah makin terhadap dollar Amerika Serikat (AS) makin terdesak. Rabu (28/2), kurs tengah Bank Indonesia (BI) menunjukkan nilai tukar rupiah di Rp 13.707 per dollar AS.

Rupiah melemah 0,42% ketimbang hari sebelumnya. Posisi rupiah ini adalah level terlemah sejak 4 Februari 2016.

Di pasar spot pada pukul 10.16 WIB, rupiah pun terkapar ke level Rp 13.716 per dollar AS. Rupiah makin melemah 0,27% dari penutupan hari sebelumnya, dan turun 1,73% dari kurs rata-rata sepanjang tahun ini.

Nilai rupiah di pasar spot ini terlemah sejak 4 Februari 2016. Rupiah makin melemah 1,17% sejak awal tahun.

Rupiah tidak sendiri menghadapi pelemahan. Hampir seluruh mata uang kawasan Asia melemah pada hari ini. Hanya baht, peso, dan yen yang masih menguat tipis terhadap the greenback. Di Asia, rupiah menjadi mata uang dengan kinerja terburuk keempat setelah peso, rupee, dan won.

Asal tahu, indeks dollar sejak kemarin menguat setelah bos bank sentral AS mengungkapkan bahwa kenaikan suku bunga AS bisa lebih cepat ketimbang prediksi awal yang sebanyak tiga kali tahun ini. Indeks dollar hari ini berada di 90,44, menguat tipis dari angka kemarin 90,35. Dalam dua hari ini, indeks dollar sudah kembali ke atas level 90.

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Ahmad Mikail mengatakan, pertumbuhan ekonomi AS yang cukup kuat dan kemungkinan inflasi yang lebih tinggi membuat Gubernur Federal Reserve Jerome Powell semakin yakin untuk menaikan tingkat suku bunga acuan AS pada tahun ini. “Pidato Powell tersebut membuat investor di AS yakin tingkat suku bunga akan lebih dibandingkan ekspektasi sebelumnya,” terang Ahmad dalam riset.

Ahmad pun memprediksi, rupiah akan bergerak di level Rp 13.650 – Rp 13.700 per dollar AS.

Penantian pasar terhadap pidato Gubernur Federal Reserve (The Fed) Jeremy Powell membuat rupiah tertekan. Kemarin, rupiah spot terkoreksi 0,14% menjadi Rp 13.679 per dollar Amerika Serikat (AS). Sebaliknya, kurs tengah rupiah di Bank Indonesia justru menguat 0,07% ke level 13.650 per dollar AS.

Analis Monex Investindo Faisyal menjelaskan, pelemahan rupiah merupakan buntut dari kewaspadaan investor menjelang testimoni Powell. Pasar berharap, Powell bisa memberi kejelasan soal arah kebijakan bank sentral AS di 2018.

Apalagi, notulensi FOMC sebelumnya memberi sinyal optimistis terhadap ekonomi AS. Hampir bisa dipastikan, pada pertemuan FOMC Maret nanti, The Fed akan mengerek suku bunga sebesar 25 basis poin.

Sementara Ekonom Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih menyatakan, rilis data-data ekonomi Amerika, seperti nilai pesanan produk tahan lama dan inflasi, jadi penyokong rupiah hari ini.

Karena itu, Lana memprediksikan, rupiah hari ini ada di level Rp 13.610-Rp 13.690 per dollar AS. Sedang Faisyal memperkirakan, rupiah bergerak dalam rentang 13.630-13.690 per dollar AS.

Source : kontan.co.id